Suku Sakai Tolak Janji Gubernur Riau

Dibaca: 54450 kali  Kamis, 16 Maret 2017 | 10:46:24 WIB
Suku Sakai Tolak Janji Gubernur Riau
Ket Foto : foto grc

PEKANBARU - riautribune : Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan sejumlah pejabat pemerintahan akhirnya menjumpai ratusan warga Suku Sakai yang sudah menggelar unjuk rasa di gerbang kantornya. Tapi sayang, jalan keluar yang ditawarkan Gubri ditolak masyarakat.

Andi Rachman berjanji kepada warganya bakal sesegera mungkin menindaklanjuti tuntutan ratusan Suku Sakai ini. Diantaranya mengecek perizinan PT Ivo Mas Tunggal yang dituduh pendemo sudah menyalahi aturan yang ditetapkan.

Dirinya juga akan mempelajari data terkait itu, dan akan memanggil pihak perusahaan serta perwakilan masyarakat untuk membahas polemik ini. Andi meminta warga Suku Sakai agar mempercayakan kinerja pemerintah. Secepatnya ia berjanji mengecek soal izin yang diduga dilanggar itu.

"Saya sudah dengar semua, data sudah diberikan kepada saya, beri kami waktu memprosesnya, karena tidak bisa langsung hari ini saya mengeluarkan keputusan, itu juga tidak benar. Ini melibatkan pihak lainnya, nanti kita akan kumpulkan, mohon beri waktu," ujar Andi melalui pengeras suara.

Dengan begitu, Gubri meminta warga untuk kembali pulang ke Kandis dan mempercayakan prosesnya kepada pihak terkait. "Kita negara hukum dan Pemprov tidak mungkin menyia-nyiakan rakyatnya. Ini menyangkut kewenangan lain di luar kita, tentu kami siapkan waktu," yakinnya.

Namun pernyataan Gubernur Riau itu ditolak mentah-mentah oleh ratusan warga Suku Sakai ini. Mereka tak ingin janji. Jika memang ada niat, massa mendesak Andi memanggil pihak PT Ivo Mas Tunggal untuk menjelaskan letak permasalahannya, terkait 24 ribu hektar lahan yang berkonflik dengan Suku Sakai.

"Kami sudah capek menerima janji-janji Pak Gubernur Riau. Kalau memang tidak bisa hari ini, kami tunggu sampai besok, atau dua hari lagi, kami tidak akan pulang. Pulang pun kami mati karena kelaparan. Kami tak bisa apa-apa di kampung kami, lahan tak ada," ujar koordinator aksi.

Menurut mereka, perjuangan atas lahan nenek moyang mereka ini sudah dilakukan sejak lama, namun mereka hanya mendapat janji-janji saja, tanpa ada realisasi. "Kalau tidak dipenuhi, selangkah pun tidak akan mundur ke belakang," teriaknya lantang yang langsung disambut teriakan ratusan massa.

Andi Rachman pun tak bisa berbuat banyak, setelah beberapa menit berdiskusi dan tidak ada solusi, dirinya yang didampingi Kapolresta dan Kasrem 031 Wirabima akhirnya mundur. Sementara ratusan warga Suku Sakai memilih bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Riau.

Sampai berita ini diturunkan, massa masih bertahan, ruas jalan Jenderal Sudirman depan kantor Gubernur Riau juga masih ditutup sementara waktu oleh aparat kepolisian. Tampak tenda dari terpal sudah terpasang di depan pagar.(grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu