Bupati Inhil Hadiri Musrenbang RKPD Inhil

Dibaca: 63809 kali  Selasa, 14 Maret 2017 | 14:45:33 WIB
Bupati Inhil Hadiri Musrenbang RKPD Inhil
Ket Foto : foto grc

TEMBILAHAN- riautribune : Bupati Inhil HM. Wardan Hadiri Musyawah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD Inhil, acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain, dan tokoh masyarakat lainnya, Selasa (14/3/2017) di Gedung Engku Kelana Tembilahan.

Dalam sambutannya Bupati Inhil, HM Wardan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gubernur Riau dalam acara pembukaan Musrenbang RKPD dan menyebutkan beberapa tahapan perencanaan telah dilaksanakan mulai dari musrenbang desa, kelurahan, kecamatan dan forum OPD serta forum konsultasi publik.

Berdasarkan usulan masyarakat hasil musrenbang kecamatan yang telah diinput ke dalam sistem e-planning itu, dikatakan Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu, diperoleh total usulan sebesar RP6,49 trilun

Dan setelah dilakukan verifikasi melalui forum OPD total usulan menjadi Rp1,66 trilyun.

Sedangkan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Inhil kali ini, menjadi suatu keharusan, mengingat kontribusi besar Kabupaten Inhil terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau.

"Saya perlu hadir, melihat Inhil punya kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Riau. Uniknya, di tahun 2015, Inhil punya rasio pertumbuhan ekonomi terbesar di Provinsi Riau dibandingkan dengan Kabupaten / Kota lainnya, yakni 2,5 persen, padahal dunia sedang mengalami resesi ekonomi. Ini perlu pengelolaan yang maksimal. Untuk itu saya datang," katanya.

Pertumbuhan positif ekonomi Kabupaten Inhil ini, menurut Arsyadjuliandi Rachman berasal dari 3 sektor yang menjadi sektor unggulan daerah Kabupaten Inhil berdasarkan data rilisan Bappeda Provinsi Riau, yakni sektor perkebunan, perdagangan dan manufaktur.

"Dalam perspektif sosial - ekonomi, tingkat pengeluaran masyarakat Kabupaten Inhil juga relatif rendah, atau artinya masyarakat berhemat, pengeluaran hanya sebatas untuk kehidupan semata," katanya.

Selain dari ketiga sektor tersebut, Arsyadjuliandi Rachman meyakini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Inhil didukung oleh faktor sosio - kultural, seperti solidaritas antar sesama dan rasa persaudaraan yang kuat.***(adv/diskominfo/mar).


''Jika melihat realisasi belanja langsung pada APBD Kabupaten Inhil selama beberapa tahun terakhir, kemampuan anggaran kita hanya berkisar sebesar Rp1,2 trilun. untuk itu, dalam pembahasan musrenbang kali ini masih perlu dirasionalkan lagi usulan masyarakat sesuai proyeksi kemampuan anggaran tahun 2018,'' ujar Bupati.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubri mengatakan bahwa potensi Riau besar sekali, seperti Migas dan Perkebunan, seperti Inhil yang pemilik perkebunan terbesar di Indonesia.

''Seharusnya Inhil tidak seperti ini, tapi karena harga ditentukan oleh luar, jadi apabila ada krisis ekonomi global, kita jadi terkena dampaknya,'' ujar Gubri.

Namun demikian, dikatakannya Inhil tidak termasuk menjadi salah satu dari empat kabupaten yang minus pertumbuhan ekonominya.

''Pertumbuhan ekonomi Inhil masih diatas dari empat kabupaten yang terbawah, apalagi rasio pengangguran di Inhil ini menurun, kita patur mencontoh Inhil,'' tukas Arsyadjuliandi Rachman.(adv)








 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu