Soal Perbaikan Kebun Kelapa,

Pemkab Inhil Berikan 16 unit Eksavator

Dibaca: 47954 kali  Selasa, 07 Maret 2017 | 12:00:15 WIB
Pemkab Inhil Berikan 16 unit Eksavator
Ket Foto :

TEMBILAHAN - riautribune : Melihat ke belakangan, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan ini cukup banyak memberikan perhatian untuk memperbaiki lahan perkebunan kelapa masyarakat yang rusak akibat instruksi air laut dan peningkatan harga jual

Sedikitnya, 16 unit alat berat sudah diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil kepada 16 Kecamatan. Alat berat atau ekskavator tersebut akan dipergunakan untuk pembuatan tanggul, normalisasi parit dan aktivitas lain dalam rangka penyelamatan kebun kelapa.

''Kita terus berupaya maksimal dalam menyelamatkan luas perkebunan kelapa yang ada," ungkap Bupati belum lama ini.

Selain perbaikan lahan perkebunan yang rusak, upaya penyelamatan komoditi ini menurut Bupati juga dilakukan melalui peremajaan tanaman kelapa dan sebagainya.

Berdasarkan data yang ada setidaknya tercatat 464.271 herktare lahan perkebunan kelapa masyarakat Inhil. Artinya sekitar 80 persen masyarakat menggantungkan hidup pada sektor tanaman tersebut.

Walau diantara itu ada juga sekitar 100 ribuah Ha lahan perkebunan kelapa masyarakat yang rusak.

Disamping memiliki lahan perkebunan kelapa terluas di Indonesia, Kabupaten Inhil juga memiliki paritas kelapa yang sudah di setujui pemerintah pusat. Jenis paritasnya Kelapa Dalam Pasang Surut Sri Gemilang. Paritas tanaman tersebut pertama di Indonesia.

''Dengan semikian siapa saja yang ingin mencari jenis paritas tersebut silahkan datang ke Kabupaten Inhil,'' sambung mantan Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru itu.

464.271 hektare lahan perkebunan itu tersebar di seluruh Kecamatan. Perhatian pemerintah untuk mempertahankan sektor tanaman kelapa sudah dilakukan sejak lama dengan berbahai upaya, diantaranya seperti yang sudah disebutkan diatas tadi.

Kedepan jumlah itu akan lebih ditingkatkan lagi, agar sektor tanaman kelapa dakam tetap dapat dipertahankan. Untuk menjamin harga jual kelapa supaya tatap stabil, PemkabInhil, akan menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG).

''Kita telah berjuang keras dengan bebebrapa kali mendatangi Kementrian Perdagangan di Jakarta agar SRG dapat diterapkan di Inhil,'' tukas HM Wardan.






 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »