Aneh, Pengelolaan Lahan PT. Safari Riau di Luar Izin BPN

Dibaca: 62754 kali  Kamis, 03 September 2015 | 18:20:31 WIB

PEKANBARU-riautribune: Anak perusahaan PT ADEI Plantation, PT. Safari Riau ternyata mengelola lahan lebih dari 2.500 hektare seperti data yang diterima dari BPN Riau. Dari data yang diterima pengelolaan lahan perusahaan tersebut mencapai 5.000 hektare di Kabupaten Pelalawan. Artinya, terjadi kelebihan penggarapan lahan perkebunan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Hal ini mendapat tanggapan keras, anggota DPRD Riau, Sugianto. Menurut dia, sebaiknya dalam penggarapan lahan di lapangan harus sesuai dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Bukan seenaknya, jelas dia, harus sesuai ketentuan berlaku.

"Ya, tidak seharusnya dalam pengelolaan lahan di luar dari izin BPN Riau. Masa penggarapannya sampai 5.000 hektare lebih. Jangan main matalah dengan instansi terkait. Kita minta segera lakukan pendataan di lapangan oleh aparat hukum," ungkapnya.

Bagi dia, seharusnya pengelolaan lahan ini jangan sampai membuat masyarakat dirugikan. Pasalnya, banyak keluhan juga masyarakat mengenai penggarapan lahan oleh perusahaan tersebut.

Sementara itu, Humas PT ADEI Plantation, Rudi saat dikonfirmasi melalui selulernya tidak menjawab. Di sms tidak membalas. (wan)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.