Musrenbang Kecamatan Rangsang Pesisir diBuka Wabup Said Hasyim

Dibaca: 37034 kali  Sabtu, 18 Februari 2017 | 11:31:31 WIB
Musrenbang Kecamatan Rangsang Pesisir diBuka Wabup Said Hasyim
Ket Foto :

SELATPANJANG - riautribune : Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rangsang Pesisir dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, bertempat di Kantor Camat Rangsang Pesisir, Jumat, 17 Februari 2017.
 
Hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Edi Masyudi, Asisten I Sekda. Azza Fahroni, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rosdaner, Kepala Dinas Perhubungan Hendra Putra, Kepala Dinas PU Hariyadi, Plt. Dinas Sosial Asrorudin, Kabag Humas Nasruni, Sekretaris Bappeda Padli, Camat Rangsang Pesisir H. Idris Sudin, para Kepala Desa Se-Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepolisian para tokoh masyarakat dan lainnya.
 
Dalam Musrenbang Kecamatan Rangsang Pesisir tahun 2017 ini, hampir sama dengan Kecamatan lainnya, dimana usulan berkisar pada pembangunan Infrastruktur Jalan, Sekolah, Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas dan penahan Abrasi.
 
Seperti diutarakan oleh Camat Rangsang Pesisir H. Idrsi Sudin, disebutkanya secara garis besar yang menjadi skala prioritas pembangunan di Kecamatan yang dipimpinya meliputi Infrastruktur Jalan, Rumah layak Huni, Jaringan listrik serta Jembatan di Desa Sonde, dan khusus untuk mengatasi abrasi diakui Camat pihaknya akan memperoleh dana bantuan APBN sebesar 6 M, dana itu akan digunakan untuk menahan abrasi sepanjang 2 KM.
 
Setelah mendengarkan pemaparan singkat Camat Rangsang Pesisir H. Idris, anggota DPRD Kabuoaten Meranti Edi Masyudi angkat bicara ia mengaku sepakat dengan yang disampaikan Camat, menurunya DPRD berkewajiban menopang dan mendukung bagaimana Rangsang Pesisir yang merupakan kecamatan baru dapat duduk sama rendah berdiiri sama tinggi dengan Kecamatan lainnya di Meranti.
 
"Infrastruktur sebagai urat nadi harus dibenahi lebih dahulu, saya harap APBD dilebihkan untuk Rangsang Pesisir karena daerahnya sangat luas, kami juga meminta kerjasama dari perusahaan melalui dana CSR nya untuk membantu pembangunan jalan poros di Rangsang Pesisir," ujar Edi yang juga meminta volume dana pembangunan yang ada di PU dilebihkan untuk Rangsang Pesisir.
 
Edi juga menyoroti pembangunan Infrastruktur jalan di Desa Sonde menurutnya lokasi itu sangat membutuhkan sentuhan APBD. "jika dibiarkan maka kasihan masyarakat, mari sama-sama diberikan pencerahan pada pintu masuk Kecamatan Rangsang ini," paparnya.
 
Edi juga menekankan pembangunan yang dilaksanakan di Rangsang Pesisir hendaknya sejalan dengan usulan Desa agar apa yang dibangun tidak terkesan sia-sia dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
 
Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim berharap hasil rumusan Musrenbang kali ini harus diprogramkan dengan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat mendorong kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.
 
Menurutnya tanpa perobahan positif Musrenbang terkesan sia-sia dan bersifa seremonial, agar hal itu lebih bermanfaat semua pihak terkait harus memiliki tekat bagaimana merobah hari ini lebih baik pada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
 
"serahkan jiwa dan fikiran untuk berbuat yang terbaik jangan sampai disebut orang yang celaka karena tidak ada perubahan dari hari sebelumnya. Yang utama adalah niat," ujar Wabup.
 
Ia juga berpesan dana yang ada di desa dimaksimalkan untuk membangun ekonomi, sarana dan prasarana, gunakan anggaran dengan disiplin dan hindari peyelewengan.
 
Wakil Bupati juga menegaskan, apa yang diharapkan oleh Camat dan Kades se-Rangsang Pesisir sejalan dengan yang menjadi prioritas Pemkab Meranti yakni menggesa pembangunan infrastruktur desa yang menjadi urat nadi. "Saya sakat Pembangunan Infrastruktur harus dituntaskan karena jika tidak maka akan sulit untuk mengenjot sektor lainnya baik itu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya," ungkap Wabup.
 
Diakui Wabup, untuk membangun infrastruktur di Meranti berbeda dengan membangun diwilayah Riau Daratan dan Kepulauan, karena Meranti memiliki struktur tanah yang lembek ditambah lagi ketersediaan material yang terbatas menyebabkan bengkaknya biaya pembangunan. Namun begitu pembangunan infrastruktur strategis dan penting tetap menjadi prioritas Pemkab.
 
Agar sasaran pembangunan yang diusulkan tepat sasaran, Wabup meminta Kades harus tanggap terhadap berbagai isu dan persoalan yang ada di desa. Dicontohkan Wabup pada persoalan pendidikan di desa, Kades jangan hanya bisa melihat saja. "meski tidak bisa berbuat banyak setidaknya laporkan ke Kabupaten, jangan sampai dibiarkan murid banyak guru tidak ada, kepala desa harus mendesak jika perlu demonstrasi di Kabupaten hingga permintaan direalisasikan," ucap Wabup.
 
"Bidang kesehatan jangan sampai kampung tidak ada Bidan, begitu juga bidang ekonomi, kita memiliki tanah yang subur dan kaya, masalah hanya kehadiran pejabat disitu yang kurang, saat ini nilai tambah hasil alam hanya orang lain yang menikmati," ujar Wabup mncontohkan kelapa yang diekspor bulat-bulat kenegara tetangga Malaysia.
 
Wabup juga memerintahkan kepada seluruh Kades untuk membuat data Demografi wilayah sehingga dapat memudahkan Kades dalam memahami kondisi dan kebutuhan diwilayahnya. Wabup juga meminta selain fokus pada pembangunan infrastruktur di pedesaan perlu diingat juga pemberdayaan keluarga dengan cara kembali menghidupkan PKK dan Posyandu.
 
Terakhir, Wabup meminta dalam melaksnaakan programnya Kepala Dinas/Badan jangan hanya berharap dari dana APBD Kabupaten, menurutnya Kadis/Kaban harus mampu menjalin komunikasi dengan Pusat dan Provinsi. Dan bagi pejabat Eselon II yang dinilai tidak mampu akan dievaluasi. "pejabat itu harus kreatif dan inovatif dan harus sering-sering turun kelapangan untuk meninjau kondisi real dilapangan," ujarnya mengingatkan.
 
Usai Wakil Bupati, Anggota DPRD dan Camat menyampaikan pidato, kini tibalah giliran Kepala Bappeda Meranti yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda Padli. Dalam pemaparannya ia menjelaskan tentang target-target pembangunan Pemkab. Meranti yang tertuang dalam RPJMD 2021, diantaranya target pembangunan 6.23 Persen/Tahun, Menurunkan tingkat kemiskinan hingga 24.26 persen, menurunkan tingkat pengangguran hingga 8.26 persen.
 
Selain itu juga dukungan terhadap potensi perkebunan Karet, Kelapa, Kopi di Rangsang Pesisir dengan menjadikan Rangsang Pesisir sebagai daerah binapolitan. Selain itu juga peningkatan SDM melalui dukungan fasilitas pendidikan, pembangunan sarana kesehatan, pengembangan agro wisata dan tak kalah penting upaya mengatasi maraknya peredaran narkoba dan lainnya.
 
Khusus untuk pembangunan infrastruktur antisipasi abrasi akan dipusatkan di Desa Tanah Merah, Tanjung Kedabu, Telesung dan Kedabu Rapat.
 
Bidang ekonomi dengan cata menyiapkan sarana dan prasara promosi dan berusaha mencibtakan iklim investasi yang kondusif salah satunya untuk potensi kopi Bina Sempian.
 
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga meminta beberpa Dinas untuk menyampaikan program yang akan dilaksanakannya di Kecamatan Rangsang Pesisir, kesempatan pertama diberikan kepada Kepala Dinas PU, H. Hariyadi, dikatakannya pembangunan yang akan dilaksanakan adalah Peningkatan jalan, Pembangunan Jembatan Sungai Galang, pembangunan instalasi pengolahan limbah dan MCK untuk 25 KK, Pembangunan Jalan Kayu Ara-Telesung, serta Peningkatan Jalan Poros Desa dengan anggaran 10 Miliar.
 
Dinas Kesehatan akan melaksanakan program pengadaan alat kesehatan dan Kendaraan Dinas sementara untuk tahun 2018 akan membangun Puskesmas Kedaburapat berikut pengadaan petugas kesehatan.
 
Dari Dinas Sosial dijelaskan oleh Plt. Kadis Sosial H. Asroruddin akan melaksanakan program pemberdayaan ibu-ibu, Lansia, Remaja dan anak sekolah sesuai program Provinsi, Pusat dan Kabupaten, mengadakan rumah layak huni dengan menggunakan dana APBN dan Provinsi, dan di tahun 2018 sudah diusulkan 300 Unit dari dana APBN.
 
Dinas Pendidikan  dijelaskan oleh Plt. Kadis Pendidikan H. Rosdaner untuk pendidikan anggaran yang masuk dari APBD sebesar 400 Juta, DAK 2.6 Miliar, untuk kegiatan tahun 2017 yakni rehap fisik SMPN I Rangsang Pesisir, Rehat Ruang belajar SMPN 2 Rangsang Pesisir dan ditahun 2018 pembangunan Gedung UPTD, Rehat SMPN I, Pustaka SMUN 3, Rehap SD 7 Kedabu Rapat, SD Beting Beras, serta Gedung TK.
 
Dan Dinas Perhubungan dijelaskan oleh Kelala Dinas Perhubungan Hendra Putra, akan melaksanakan program rehab dermaga dengan anggaran 100 Jt rupiah, dan ditahun 2018 akan melobi APBN unruk pembangunan dermaga desa Sokop yang akan memakan dana 1.2 M, usulan Bankeu pembangunan dermaga Sonde 6 M. Pembangunan Dermaga Desa Beting 2.4 Miliar.
 
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »