Marak Papan Reklame Trilogi

Andre: Itu Curi Start Sosialisasi

Dibaca: 86420 kali  Rabu, 02 September 2015 | 20:40:22 WIB
Andre: Itu Curi Start Sosialisasi
Ket Foto : Salah satu reklame yang terletak di jalan Soekarno Hatta Pekanbaru foto : Hendro

PEKANBARU-riautribune: Maraknya baleho dan reklame di berbagai penjuru Pekanbaru soal program Trilogi yang menampilkan wajah Walikota Firdaus, MT, dinilai pengamat sosial politik Andree Arminis bukan mengedepankan visi dan misi kota. "Secara politik saya lihat itu lebih kepada sosialisasi, bukan esensi program dari seorang walikota," kata Andree.

Menurut Andree, meski Pemko Pekanbaru menggaungkan Trilogi Pembangunan adalah falsafah kerja Pemko, tapi tidak sedikit pun memiliki relevansi dengan visi misi yang ingin dicapai. Semestinya, kata Andree, visi dan misi yang menjadi prioritas serta dikedepankan.

"Pertanyaan saya, apa Pemko saat ini lebih mempromosikan visi misi Menjadi Kota Madani atau Falsafah Kinerja Trilogi Pembangunan? Jika falsafah dikaitkan dengan etos kerja aparatur Pemko, sepertinya publik tidak melihat adanya hal seperti itu. Kota ini sepertinya tumbuh secara alamiah saja berkat peran pihak swasta," kata Andree.

Wakil Rektor III Universitas Abdurrab ini melihat, semboyan dalam Trilogi itu hampir semua kamuflase dan tidak sesuai dengan kinerja Pemko Pekanbaru. "Cepat bertindak, persoalan banjir dan jalanan rusak serta pasar tradisional tidak ada sama sekali yang berubah. Tetap saja seperti itu, jadi tidak nyambung antara realita dan kata-kata," ucap kandidat doktor ini.

Menurut Andree, jika Trilogi dikaitkan dengan visi misi kota, justru semakin simpang siur. Karena, katanya, tidak satu pun point dalam trilogi itu tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kota Pekanbaru.

"Saya mengatakan justru seperti ini, semboyan tanpa political goodwill sama saja dengan mimpi. Jika kita rinci dari visi misi,juga tidak terlihat mana yang menjadi sektor unggulan, jadi ini benar-benar tidak jelas," tegas Andree.

Bahkan Andree juga mengatakan, jika visi misi Pemko berubah-ubah, itu menunjukkan ketidak-matangan dalam perumusannya, dengan kata lain "abal-abal". "Publik juga berprasangka, apa program Trilogi ini konsep Pak Firdaus sebagai curren mayor (walikota yang sedang menjabat, red) atau sebagai mayor candidate (calon walikota, red). Nah, kita harap walikota harus jelas dalam tindakannya," papar Andree.

Jika Pak Firdaus ingin bicara sebagai walikota, tambah Andree lagi, pijakkannya adalah program yang sudah dilakukannya selama dia menjabat. "Harusnya itu yang dijalankan sebaik-baiknya. Jangan mengawang-awang dengan ide-ide baru. Nanti dituduh curi start sosialisasi. Jika nanti Pak Firdaus sebagai calon Walikota Pekanbaru, silakan buat program baru yang ingin dijual kepada pemilih," tegas Andree. (ops)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu