Real Count Media Center Firdaus Ayat,

Petahana Ungguli Empat Paslon Lainnya

Dibaca: 50650 kali  Kamis, 16 Februari 2017 | 10:20:47 WIB
Petahana Ungguli Empat Paslon Lainnya
Ket Foto : foto kro

PEKANBARU – riautribune : Secara resmi Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru tidak menggelar hitung cepat (quick count) maupun hitungan ril (real count) Pilkada Pekanbaru 2017 yang digelar hari ini, Rabu (15/2/2017). Pun tidak ada lembaga survei independen yang melakukan itu.

Proses hitung cepat hanya dilakukan masing-masing pasangan calon. Dan real count Firdaus Ayat Media Center yang dapat diakses melalui laman http://rapidtelecount.com/ hingga Rabu petang menempatkan pasangan petahana ini berada di posisi teratas.

Data pada pukul 19.00 Wib menunjukkan angka surat suara masuk 146.790 dari 900 TPS. Dari data itu, Firdaus Ayat mengumpulkan 48.373 suara atau 32,95 persen, disusul pasangan nomor 5 Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah dengan 31.837 suara (21,69 persen) dan pasangan nomor 4 M Ramli-Irvan Herman dengan 41.477 suara (21,44 persen). Sementara dua pasangan independen tercecer.

Pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin hanya mampu mengumpulkan 11.556 suara (7,87 persen), dan pasangan nomor urut 2 Herman Nazar-Defi Warman lebih baik dengan 23.547 suara (16,04 persen).

Firdaus – Ayat Cahyadi unggul hampir di semua kecamatan, kecuali Kecamatan Limapuluh dan Senapelan yang “direbut” pasangan Bibra-Said.(kro)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.