Investasi Property Capai Rp2,5 T

Dibaca: 92255 kali  Rabu, 02 September 2015 | 08:38:22 WIB
Investasi Property Capai Rp2,5 T
Ket Foto : Plt. Badan Perizinan Terpadu Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru H. Jamil, MAg di ruang kerjanya.

PEKANBARU-Riautribune: Kebijakan super blok Pemko Pekanbaru, tampaknya tidak mempengaruhi minat investor menggelontorkan dananya ke kota ini. Pandangan itu disampaikan Plt. Badan Perizinan Terpadu Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru H. Jamil, MAg, kepada riautribune kemarin. Menurut Jamil, saat ini badan yang dipimpinnya mencatatkan total investasi yang masuk mencapai Rp2,5 triliyun.

"Saat ini kami mencatat ada investasi bidang property senilai Rp2,48 triliyun untuk tahun 2015. Investasi ini berupa perumahaan/ real estate, rumah sakit dan perhotelan. Perusahaan real estate yang menanamkan modalnya, seperti PT. Bangun Megah Mandiri Propertindo dengan investasi senilai Rp1,2 triliyun, PT. Jasmine Residence Indonesia dengan investasi senilai Rp161 miliar, PT. Halla Mohana dengan nilai investasi Rp331 miliar, PT. Grand Citra Prima dengan investasi senilai Rp418,3 miliar dan PT. Citra Pacific dengan nilai investasi Rp280 miliar," terang pria yang menyelesaikan magisternya di usia cukup muda itu.

Ditambahkan Jamil, data lainnya juga mencatatkan perhotelan, PT. Putra Mahkota Raya akan membangun hotel berbintang empat dengan nilai investasi Rp110 miliar, PT. Tribersa akan membangun hotel dengan nilai investasi Rp83,5 miliar dan PT. Royal Asnof Mandiri akan membangun hotel melati senilai Rp3,6 miliar. Sedangkan PT. Awal Bros Citra Batam akan membangun rumah sakit senilai Rp69 miliar.

"Kami akan terus berupaya mempermudah izin. Sehingga dengan demikian investasi di Pekanbaru bisa terus masuk dan berkembang. Ini semua untuk membangun Pekanbaru yang lebih baik, tertib dan tertata, menuju kota metropolis yang madani," ujarnya. (ops)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu