Tiga ASN Pelalawan Tewas Saat Tugas

Dibaca: 40366 kali  Rabu, 01 Februari 2017 | 16:05:32 WIB
Tiga ASN Pelalawan Tewas Saat Tugas
Ket Foto : foto internet

PANGKALANKERINCI - riautribune : Wahyu Suhendro (40), Satar (50), dan Sri Salfiah, dinyatakan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) penuh meski belum sempat mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah.

Ketiganya adalah korban meninggal dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Selasa (31/1/2017) kemarin.

"Mereka sudah dinyatakan sebagai ASN penuh atau 100 persen," terang Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKP2D) Pelalawan, Andi Yuliandri.

Meskipun belum sempat mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah, namun ketiganya telah dinyatakan sebagai ASN penuh. "Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PNS sudah diterbitkan sebelum peristiwa kecelakaan naas terjadi," jelas Andi Yuliandri.

Lanjutnya menjelaskan, ketiga ASN yang meninggal dalam kecelakaan tersebut masuk dalam kategori wafat dalam tugas. "Ketiganya kecelakaan dalam kepentingan tugas dinas, untuk mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah," tandasnya.

Terlebih, tambah Andi Yuliandri, ketiga korban tersebut mengenakan seragam Korpri. "Tentu ada syarat yang harus dipenuhi dalam mengajukan status kematian mereka, sebagai kategori wafat dalam tugas," tandasnya.(grc)

 

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.