Kak Seto Kunjungi Yayasan Tunas Bangsa

Dibaca: 26294 kali  Selasa, 31 Januari 2017 | 10:39:32 WIB
Kak Seto Kunjungi Yayasan Tunas Bangsa
Ket Foto : foto okezone.com

PEKANBARU - riautribune : Hari ini Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia, Seto Mulyadi akan ke Pekanbaru, Provinsi Riau. Kedatangan pria yang akrab disapa Kak Seto ini akan meninjau langsung Yayasan Tunas Bangsa.

Kepala Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Riau, Ester Yuliani menjelaskan, rencananya setelah di Pekanbaru, Kak Seto akan singgah ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau.

"Jadwalnya siang ini Kak Seto ke Dinsos. Disana Kak Seto akan bertemu dengan anak-anak yang sudah dievakuasi dari Panti Asuhan Tunas Bangsa,"ucap Ester Selasa (31/1/2017). Setelah melakukan dialog dengan anak-anak panti, Kak Seto akan terjun langsung melihat kondisi panti asuhan di Tenayan.

"Setelah itu Kak Seto akan melihat kondisi langsung panti asuhan," tambah Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Provinsi Riau, Nanda Pratama.

Penghuni Yayasan Tunas Bangsa berada di tiga tempat yakni di Kilometer 20 Kecamatan Tenayan Raya, Jalan Cendrawasih Kecamatan Bukit Raya dan Kecamatan Tenayan Raya. Semua masih dalam naungan Yayasan Tunas Bangsa milik Lili yang kini sudah diamankan polisi.

Penghuni panti terdiri dari balita, panti jompo, orang kurang waras, serta para fakir. Usianya antara 36 sampai 70 tahun. Selama di panti mereka diperlakukan tidak manusiawi, jarang diberikan makan. Karena jarang makan mereka terpaksa makan apa saja yang ada termasuk kecoa. Mereka juga dipaksa mengemis. Mereka juga ditinggal ditempat yang memprihatinkan. Kasus ini mencuat setelah seorang balita bernama Zikli ditemukan meninggal tidak wajar.(okz)



 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.