Bupati Mursini:Tidak Ada Lagi Namanya Stok Obat Habis di RSUD Teluk Kuantan

Dibaca: 27237 kali  Jumat, 20 Januari 2017 | 10:13:17 WIB
Bupati Mursini:Tidak Ada Lagi Namanya Stok Obat Habis di RSUD Teluk Kuantan
Ket Foto : foto internet

TELUK KUANTAN - riautribune : Bupati Kuansing H Mursini sependapat dengan saran fraksi PKB Plus terkait masalah kesehatan supaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan didukung dengan tenaga medis yang berkualitas seperti dokter umum dan dokter spesialis, ditambah tim medis juga didukung dengan pengadaan obat-obatan yang memadai dan cukup.

"Tidak ada lagi namanya stok obat-obatan habis di RSUD Teluk Kuantan atau di Puskesmas dan kami sangat sependapat dengan saran atau pandangan fraksi PKB Plus,"ujar Bupati Mursini saat menyampaikan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD terhadap Ranperda RPJMD Kuansing Tahun 2016-2021, Kamis (19/1/2017).

Kesempatan tersebut, Bupati Kuansing H Mursini juga menyampaikan program unggulan terutama di bidang kesehatan, di antaranya melakukan peningkatan kualitas manajemen pelayanan kesehatan dengan program standarirasi pelayanan kesehatan yang salah satu capainnya adalah semua Puskesmas yang berjumlah 25 unit dan RSUD nantinya semua terstandarisasi terhadap pelayanannya.

"Dan ini harus didukung oleh ketersediaan sistim informasi kesehatan daerah yang terhubung dengan Provinsi dan pusat. Dan kita juga akan mengusahakan semua unit Puskesmas rawat inap dan RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),"kata Bupati.

Disampaikan Mursini, dengan telah berstatus BLUD maka pengelolaan keuangan lebih fleksibel di dalam penggunaannya.

"Tentu ini harus didukung dengan pelaksanaan program peningkatan kompetensi semua tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan, perawat dan lainnya serta peningkatan penganggaran untuk peningkatan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan, serta sarana dan prasarana," katanya.

Dalam program unggulan bidang kesehatan tewrsebut disampaikan Bupati Mursini, kita juga meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta meningkatan penangganan gizi masyarakat dalam rangka menurunkan angka prevalensi gizi kurang, gizi buruk, penanganan penyakit menular dan tidak menular, imunisasi.

"Ini semua kita lakukan dalam rangka mendukung program SDGS kesehatan tahun 2020 yang juga hasil akhirnya adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).(hrc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »