Ketua TP PKK Bagikan 25 Ribu Bibit Cabai

Dibaca: 67648 kali  Selasa, 17 Januari 2017 | 11:55:32 WIB
Ketua TP PKK Bagikan 25 Ribu Bibit Cabai
Ket Foto : foto Humas Pemprov

PEKANBARU - riautribune : Cabai merupakan komoditas pertanian yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat. Sayangnya, tanaman cabai sangat terpengaruh musim dan mudah busuk. Maka tak heran, jika sewaktu-waktu harga cabai bisa melambung tinggi saat memasuki hari-hari besar, dan memicu terjadinya inflasi.

 Untuk di Provinsi Riau, inflasi tertinggi akibat cabai terjadi pada tiga gabungan daerah yakni Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan (Indragiri Hilir). Sehingga, tiga kota tersebut akan menjadi daerah penerima bantuan bibit cabai terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lainnya.

Untuk itu dalam rangka memperingati Hari Keselamatan Kesehatan Kerja K3 Nasional Tahun 2017 dan Apel Rutin 17 Hari Bulan Ketua TP PKK Prov Riau menyerahkan Bibit Cabai.

"Di Pekanbaru akan disalurkan sebanyak 15.000 bibit untuk 15 ribu KK," kata Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Riau, Sisilita Arsyadjuliandi di Kantor Gubernur Riau.

 Dikatakan Sisilita, ada sekitar 25.000 ribu bibit cabai yang akan dibagikan di 11 kabupaten/kota di Riau. Bibit itu didapat dari kerjasama Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Tanaman Holtikultura dan Perkebunan, Balai Pengembangan Teknologi dan Pertanian, dan PKK.

"Bibit ini akan dibagikan hingga ke tingkat desa-desa. Ibu-ibu bisa menanamnya di pekarangan rumah. Dengan begitu kita tidak akan kesulitan lagi untuk mengkonsumsi cabai," kata Sisilita lagi. Secara simbolis, penyerahan bibit cabai di Pekanbaru ini pun dilakukan di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (17/1/2017).(grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu