Kapolri: Satpam Adalah Garda Terdepan dalam Pengamanan

Dibaca: 59343 kali  Sabtu, 14 Januari 2017 | 11:37:50 WIB
Kapolri: Satpam Adalah Garda Terdepan dalam Pengamanan
Ket Foto : foto internet

 JAKARTA - riautribune : Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan kepada seluruh anggota satuan pengamanan (satpam) saat apel upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) Satpam agar tidak berkecil hati dengan pekerjaanya.

Profesi satpam adalah mulia dan strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan janiman perlindungan terhadap dunia usaha di Indonesia.

"Kita semua paham saat ini kita dalam proses pembangunan investasi perusahaan menjadi hal-hal yang sangat penting dalam mendorong pembangunan. Rekan-rekan adalah garda terdepan untuk mengamankan tempat masing-masing," kata Kapolri di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).

Kapolri pun mereview kembali ingatan semua orang yang hadir di lokasi bagaimana satpam memiliki peranan penting dalam pengamanan.

"Kita tentu masih ingat bagaimana peristiwa bom Kedutaan Besar Filipina siapa yang menjadi korban pertama, yang jadi korban pertama adalah anggota satpam yang menjaga itu, bukan elemen lainnya," katanya.

"Siapa yang kemarin membantu untuk melaksanakan penanganan dan penanggulangan awal pada saat kasus bom di Jalan Thamrin 14 Januari tahun lalu. Anggota satpam," sambung Tito.

Selain itu, orang yang pertama menangkap pelaku di pusat perbelanjaan adalah satpam. Begitu juga yang mengamankan lingkungan di tempat-tempat pekerjaan maupun komplek perumahan.

"Siapa yang menangkap pelaku kejahatan di mall di tempat publik lainnya yang ada anggota satpamnya dan di sana tidak ada polisi dan TNI, anggota satpam yang melaksanakan itu. Jadi peran penting anggota satpam sangat luar biasa dalam rangka memberikan kotribusi untuk mengamankan dan memberikan ketertiban dalam lingkungan masyarakat," tukasnya.(okz)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.