Forum Digital Entrepreneur di Tanah Bertuah

Dibaca: 27509 kali  Rabu, 11 Januari 2017 | 14:34:38 WIB
Forum Digital Entrepreneur di Tanah Bertuah
Ket Foto : foto MoU XL dengan UIN Suska dalam pengembangan sumber daya manusia untuk optimalisasi penggunaan internet sebagai bahan literasi dan parenting

PEKANBARU -  riautribune : Ketika teknologi berkembang sedemikian pesat dan cepat, di saat yang sama bermunculan sosok orang-orang yang sangat adaptif. Kemampuan dan kompetensi yang menyatu, berbalut dalam kecepatan mengambil peluang, kreatifitas dan inovasi.

Francky Rinaldo Pakpahan, Vice President West Region PT XL Axiata, Tbk, mengambil peluang dan kesempatan  yang tepat di Provinsi Riau. “Ada banyak orang atau kelompok orang-orang kreatif dan inovatif, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mereka memiliki kemampuan berfikir dan bertindak produktif. Itulah Entrepreneur. Ini yang akan kita rangkul dan kembangkan di Pekanbaru,” ujar Francky.

Sebagai perusahaan telekomunikasi berbasis teknologi digital terkini, XL mengambil momentum yang untuk mengembangkan sebuah era Digital Entrepreneur (DE). “Mengapa Digital Entrepreneur? Pertanyaan yang menginspirasi dan mendorong kami, untuk menciptakan forum dan wadah dialog pada tanggal 10 Januari 2017 ini, di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA). Pekanbaru menjadi pilihan, mengingat daerah ini pertumbuhan perekonomiannya berkembang pesat  yang dipengaruhi kehadiran perusahaan minyak, pabrik pulp, dan perkebunan kelapa sawit. Kota ini, perlahan memulai era digital, dengan ratusan bahkan ribuan para entrepreneur yang secara mandiri maupun berkelompok menjadi tulangpunggung perekonomian,” jelas Francky.

XL tak sendirian. Bertajuk Digital Entrepreneur – from Riau to the World Class Level, forum penting ini dihadiri oleh 2000an peserta, melibatkan para pembicara yang masih sangat muda, hingga yang paling berpengalaman. Mereka yang sangat digital, yang menanam benih dan menuai buah manis atas kerja cerdas dan kreatifnya di berbagai startup di tanah air.  

Sales Director KUDO, Nurudin Al Fitroh hadir di forum ini. KUDO mulai beroperasi pada Juli 2014.  Start-up  ini  mengembangkan solusi praktis bagi marketplace dan ekosistem pembayaran di Indonesia. Marketing Director GRAB, Mediko Azwar, pun akan ikut berbagi ilmu di sini. Terobosan pilihan transportasi alternatif berbasis aplikasi, yang saat ini berkembang pesar di tanah air. Inez Yorisya, Bussiness Development Manager LINE akan berbagi bagaimana perkembangan LINE yang sangat luar biasa dan sangat melekat  dengan anak-anak muda.

Akan hadir juga, seorang praktisi dan tokoh Pers, yang juga dikenal sebagai Budayawan dan sosok serba bisa H Rida K Liamsi. Dan tak ketinggalan, seorang akademisi yang menghasilkan banyak sarjana Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Prof.Dr. H. Munzir Hitami, MA akan urun rembug dan menginspirasi hadirin di acara ini.

Dalam acara ini juga sekaligus dilakukan penandatanganan MoU antara XL dengan UIN SUSKA. Buah dari kesepakatan ini menghasilkan terobosan baru dengan terbentuknya team edukasi yang terdiri dari 20 orang mahasiswa/i  UIN SUSKA yang akan roadshow ke 12 universitas se Pekanbaru selama periode Januari – Juni 2016. Mereka akan memberi edukasi bagaimana mengoptimalkan penggunaan internet sebagai bahan literasi dan parenting.   

Makin bertambahnya coverage layanan 4G yang menyelimuti kota Pekanbaru, makin membuka peluang dan mendorong lahirnya para Digital Entrepreuner. Di setiap sudut dan titik penting di kota Pekanbaru makin terbuka, dan menjadi pintu besar lahirnya para digital entrepreneur baru. Pekanbaru, sebagai kota terbesar di Provinsi Riau,yang menjadi kota strategis, menjadi batu loncatan terbaik ke tingkat World Class Level.(mbo)  

Perusahaan minyak, pabrik pulp, dan perkebunan sawit besar, ada di provinsi Riau. Memasuki dan memanfaatkan teknologi digital menjadi kata kunci beradaptasi dan melompati batas-batas antar negara dengan cara cerdas, kreatif dan inovatif. Bila potensi dan perusahaan besar di kota Pekanbaru berkembang sedemikian tinggi di level World Class, maka siapa bilang yang kecil dan menengah sulit menembus online market di luar negeri ?  “Menjadi entrepreneur di ranah digital, membutuhkan kecepatan, kecerdasan, kreatifitas dan inovasi yang luar biasa. Mari kita mulai dan canangkan komitmen ini melalui forum Digital Entepreuner di Pekanbaru, dan kita bawa Riau ke World Class level,” pungkas Francky.(mbo)
    
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »