Sensasi sport saat berkendara hadir di all new honda cbr 250 RR

Dibaca: 40199 kali  Senin, 09 Januari 2017 | 09:15:10 WIB
Sensasi sport saat berkendara hadir di all new honda cbr 250 RR
Ket Foto : foto riautribune.com

PEKANBARU - riautribune : Main Dealer sepeda motor Honda, PT Capella Dinamik Nusantara gelar launching serta test ride All New Honda CBR 250 RR di Mal Ska Pekanbaru, Sabtu (7/1/2016). Sepeda motor ini merupakan kendaraan segmen full sport yang sepenuhnya di produksi di dalam negeri.

Dalam sesi test ride tampak raut kepuasan dari para pengunjung saat mengendarai sepeda motor tersebut. Pengunjung yang melakukan test ride kendaraan tersebut, Dimas yang juga anggota komunitas CBR Owner Club Pekanbaru mengatakan sangat puas berkendara sepeda motor tersebut.

"Sensasi sporti kendaraan ini sangat terasa, akselerasi kendaraan untuk mencapai kecepatan maksimum sangat cepat dan spontan dari Honda CBR seri sebelumnya," katanya.

Dikatakan meski motor ini memiliki power dan akselerasi yang besar serta baik, pengendara tetap bisa mengendalikan motor ini sepenuhnya.

Selain Dimas, pengunjung lainnya yang melakukan test ride, Maruf berpendapat All New Honda CBR 250 RR yang memiliki bodi besar sangat nyaman dibawa menikung.(mbo)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.