Kadisdik Syafruddin Membantah

Dituding Mobilisasi Guru Pilih HM. Harris

Dibaca: 60326 kali  Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:39:57 WIB
Dituding Mobilisasi Guru Pilih HM. Harris
Ket Foto : Ilustrasi Internet

PENGKALANKERINCI-riautribune: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pelalawan mulai memasuki tahap masa kampanye para calon. Berbagai manuver pun mulai terasa dan terus berkumandang. Informasi terbaru yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Syafruddin mulai terlihat aktif "memobilisasi" para guru untuk berpihak dan memilih salah satu calon. Kondisi ini menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat.

Menangapi isu yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Syafruddin membantah hal itu. Menurut Syafruddin, tidak benar dia "memobilisasi" para guru yang ada di Pelalawan untuk memilih HM. Harris. Malah Syafruddin mengatakan bahwa itu hanya cerita dan fitnah saja.

"Justru saya meminta kepada para guru untuk bersikap netral. Apalagi merekakan PNS. Sesuai dengan aturan yang berlaku, jika seorang PNS berpihak dalam Pilkada bisa diberhentikan. Ini juga berlaku untuk tenaga honorer," ungkapnya.

Syafruddin dalam hal ini juga menghimbau, kepada seluruh guru untuk bersikap netral dalam Pilkada. Karena sanksi tegas sudah menunggu. Namun demikian, Syafruddin menghimbau agar para guru bisa mempergunakan hak pilihnya dalam Pilkada tahun ini. (wan)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Politik" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.