Ditampar Security, Mahasiswa FISIP Demo

Dibaca: 82093 kali  Rabu, 26 Agustus 2015 | 16:03:00 WIB
Ditampar Security, Mahasiswa FISIP Demo
Ket Foto : Mahasiswa FISIP Demo

PEKANBARU-riautribune: Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau mendatangi Rektorat Universitas Riau, Rabu (26/8). Mereka bergerak dari fakultas sekitar pukul 10.15 WIB. Mahasiswa tersebut, meminta pihak rektorat, yakni PR II untuk tegas memberikan sanksi terhadap oknum security yg melakukan pemukulan terhadap mahasiswa FISIP 20 Agustus lalu.

Pantauan riautribune, sambil membawa spanduk, mahasiswa melakukan orasi meminta mengubah sistem keamanan yang ada di kampus, serta menindak tegas oknum security yang arogan. Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Andi mengatakan, aksi yang mereka gelar adalah upaya menyampaikan bentuk protes kepada pihak rektorat.

"Kami ingin adanya reformasi sistem keamanan kampus dengan SOP yang jelas dan konsisten. Universitas harus menindak tegas dan memberikan sanksi kepada oknum security yg melakukan pemukulan terhadap mahasiswa FISIP. "Kan tidak zamannya lagi, setiap persoalan diselesaikan dengan kekerasan. Kami ini, orang intelektual, harusnya security tahu dia bertugas di mana. Rektorat juga harus melatih pegawainya, jangan arogan," ucap Andi.

Mahasiswa juga meminta selain diberi sangsi, menuntut pernyataan maaf secara terbuka dari oknum security kepada seluruh mahasiswa Universitas Riau atas tindakannya tersebut,' tuturnya.

Sementara itu, menyikapi tindakan security yang di luar batas ini, Kasdi Albasyiri Sekjen Asosias Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujabi) Riau mengatakan, perlu dipertanyakan SOP yang dikeluarkan pengelola Satpam. "Pertanyaannya apakah pengelola Satpam tidak punya SOP yang baku? Sehingga ada anggotanya yang melakukan tindakkan di luar kewenangan, seperti menampar. Indikasinya SOP yang salah atau Satpam yang terlalu emosional sehingga keluar dari koridor kewenangannya," ucap Kasdi.

Kasdi juga menambahkan, saat ini sudah sewajarnya setiap institusi memperhatikan potensi pekerja security. "Mereka perlu pelatihan, perlu dilatih, perlu dibina, sehingga satpam yang bertugas dilapangam memahami kewajibannya," tegas Kasdi. (yas)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu