Pemko Menunggak, Lampu Jalan di Pekanbaru Terancam Diputus

Dibaca: 63206 kali  Jumat, 23 Desember 2016 | 11:05:53 WIB
Pemko Menunggak, Lampu Jalan di Pekanbaru Terancam Diputus
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU - riautribune : PT PLN Persero memberikan tenggat waktu sampai hari ini bagi Pemko Pekanbaru melunasi pajak penerang jalan umum Rp19,8 miliar. Jika tidak, seluruh lampu jalanan diputus aliran listrik. Gelap gulita!

Mulai besok, Sabtu (24/12/16) seluruh jalan di Kota Pekanbaru akan gelap gulita. Tanpa lampu penerangan jalan umum atau (PJU). Kondisi buruk tersebut bakal terjadi jika PT PLN (Persero) benar-benar melakukan pemutusan aliran listrik pada seluruh PJU yang ada di Kota Bertuah. Langkah dratis harus dilakukan menyusul tunggakan pajak PJU Pemko Pekanbaru kini mencapai Rp19,8 miliar.

Batas waktu terakhir bagi Pemko Pekanbaru untuk membayar tunggakan pajak PJU sebenarnya sudah lewat beberapa bulan lalu, namun terus kita beri kelonggaran. Hari terakhir batas waktu yang bisa kami toleril. Kita berharap dibayar, sehingga tak perlu dilakukan pemutusan listrik terhadap seluruh lampu jalan,ujar Manajer SDM dan Umum PT PLN WRKR Dwi Suryo Abdillah kepada wartawan di Pekanbaru.

Dijelaskan Dwi, PLN sudah melakukan sejumlah uapya, baik melalui pendekatan kepada Pemko Pekanbaru bahkan pernah disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota, sayangnya belum juga ada solusi konkrit untuk mengatasi masalah krusial tersebut.

"Namun kalau sampai hari ini, 23 Desember 2016 belum juga dibayarkan. PLN telah memberikan kelonggaran tapi sesuai peraturan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mewajibkan pelanggan untuk membayar listrik sebelum tanggal 20, apabila pelanggan belum membayar hingga memasuki hari ke-60 maka dilakukan pemutusan listrik sementara,” tuturnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, ada bebeapa opsi memungkinkan bagi Pemko Pekanbaru untuk bisa melunasi kewajiban tersebut, misalnya jika alasannya kas kosong, bisa dicoba opsi mencari pinjaman. Misalnya ke Bank Riau Kepri atau meminjam ke pihak ketiga lainnya, tujuannya agar tidak sampai terjadi pemutusan aliran listrik terhadap seluruh lampu jalan.

Kami sudah melakukan berbagai upaya, tapi kalau tetap saja sampai hari ini belum dibayar, kami terpaksa melakukan pemutusan aliran listrik ke seluruh lampu jalanan. Diputus sampai tunggakannya dibayar,demikian penjelasan Dwi.(rtc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »