Pertamina Dumai Gelar Simulasi Unjuk Rasa

Dibaca: 39063 kali  Kamis, 22 Desember 2016 | 16:51:15 WIB
Pertamina Dumai Gelar Simulasi Unjuk Rasa
Ket Foto : ilustrasi internet

DUMAI - riautribune : PT Pertamina RU II Dumai menggelar simulasi antisipasi keadaan darurat di lingkungan kerja untuk menanggulangi unjuk rasa terkait protes kelangkaan gas elpiji tiga kilogram, Rabu.

Manager Umum PT Pertamina RU II Dumai Audy Arwinandha mengatakan, dalam simulasi ini diperagakan skenario terjadi kerusuhan massa yang akan berorasi dan berunjukrasa di Jalan Putri Tujuh, tepatnya di lokasi kilang minyak.

Aksi massa ditujukan ke Kantor Pertamina RU II Dumai diawali dengan berjalan kaki dari lokasi pemukiman di Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur untuk menyampaikan protes dan pertanggungjawaban perusahaan atas kelangkaan LPG 3 kg dan maraknya pengoplos.

Penjagaan kantor Pertamina langsung diperketat dengan barisan petugas sekurity di pintu gerbang, namun situasi semakin memanas karena massa yang merasa tertahan di gerbang memaksa untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan pertambangan minyak bumi tersebut.

"Skenario lain, karena massa mendesak, sejumlah pegawai melakukan negosiasi dengan koordinator lapangan pengunjuk rasa dan petugas pengamanan terus ditambah melibatkan aparat pengamanan terkait agar situasi dapat dikendalikan," kata Audy.

Peragaan selanjutnya, aparat kepolisian dipimpin Kapolres Dumai AKBP Donald H Ginting tiba di lokasi unjukrasa dan langsung mengambil alih pengamanan di luar pintu masuk dan dibantu personel security mengamankan areal dalam perkantoran.

Petugas keamanan menyerukan kepada pengunjukrasa untuk membubarkan diri karena aksi massa dilakukan tanpa pemberitahuan resmi ke Polres, alias ilegal, sehingga polisi akan mengambil tindakan tegas.

Agar situasi terkendali dan kondusif, Kapolres Donal dan Manager Umum RU II lakukan koordinasi dengan koordinator massa supaya tidak anarkis dan mendengarkan aspirasi.

"Akhirnya diperoleh kesepakatan untuk menunjuk empat orang perwakilan kelompok massa berdialog dengan pimpinan pertamina," jelasnya.

Namun karena hasil negosiasi gagal, massa unjuk rasa semakin anarkis dan melakukan aksi lempar dan dorong sembari huru hara ke petugas dan bahkan menyandera armada truk LPG.

Situasi semakin memanas tersebut bahkan menyebabkan petugas jadi korban luka akibat terkena lemparan, dan langsung ditangani medis oleh tim Pertamina Hospital Dumai.

Skenario terakhir, Tim Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Dumai akhirnya membubarkan pengunjuk rasa dan melakukan penangkapan terhadap dua orang provokator untuk diamankan.

"Simulasi ini upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat yang dilaksankaan rutin setiap tahun, terdiri tiga skenario yaitu aksi unjuk rasa, negosiasi, dan aksi anarkis," terang Audy.(antr)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »