Halal bi Halal Masyarakat Kampar Jakarta

Jefry Kecewa, yang Muncul Tari Saman

Dibaca: 86253 kali  Senin, 24 Agustus 2015 | 22:39:26 WIB

JAKARTA-riautribune: Bupati Kampar, H. Jefry Noer merasa sangat kecewa terhadap acara halal bi halal masyarakat Kampar yang berada di Jakarta. Kekecewaan itu ditujukannya kepada Ketua Umum Persatuan Masyarakat Kampar Jakarta (PMKJ) Munasir yang sekaligus Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ). H. Munasir adalah penanggung jawab acara tersebut yang menampilkan tarian Saman dari Aceh, bukan tarian khas Kampar.

"Saya sebenarnya sangat kecewa dengan sajian acara pada hari ini. Sebab apa yang ditampilkan dalam acara tersebut, tidak ada nuansa budaya dan kesenian dari Kampar," kata Bupati Kampar Jefry Noer saat menyampaikan sambutannya pada acara Halal Bihalal PMKJ, Jakarta, Ahad (23/8/2015).

Seharusnya yang ditampilkan dalam acara halal bi halal itu budaya yang berasal dari Riau khususnya Kabupaten Kampar, mulai tarian maupun nyanyiannya. "Kita semua punya tarian maupun lagu khas Kampar. Itu indah sekali, misalnya lagu kutang baghendo dan itu bukan sembarang lagu," ulasnya.

Untuk itu, Jefry meminta kedepannya agar semua pihak saling berkoordinasi sebelum membuat suatu kegiatan. Ini dimaksudkan agar tidak terulang lagi hal yang sama seperti ini. "Saya tidak akan bantu lagi kedepannya kalau tidak ada koordinasi dulu untuk membuat kegiatan. Jangan-jangan yang hadir di sini sama banyaknya dengan orang luar, makanya acaranya jadi seperti ini," kesal Jefry. (ska/ops)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.