Sekda Prov Riau Hadiri Rapat Penutupan Satgas KARLAHUT

Dibaca: 83759 kali  Kamis, 24 November 2016 | 15:33:04 WIB
Sekda Prov Riau Hadiri Rapat Penutupan Satgas KARLAHUT
Ket Foto : foto Humas Pemprov

PEKANBARU - riautribune : Satgas Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau akhirnya mencabut status siaga darurat Karhutla yang ditetapkan oleh Riau sejak bulan Maret 2016 lalu hingga diperpanjang kembali tiga bulan setelahnya.

Sekretaris Daerah Riau, Ahmad Hijazi mengatakan bahwa siang ini, Kamis, 24 November 2016 dilakukan pencabutan status siaga darurat mengingat kondisi Riau telah cukup kondusif bebas dari kebakaran hutan dan lahan.

"Dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, kita mencabut status siaga darurat karlahut Provinsi Riau dan membubarkan Tim Satgas Siaga Karhutla untuk sementara," kata Hijazi mengumumkan dalam rapat koordinasi evaluasi Karlahut Riau.

Selain itu, ia mengajak seluruh peserta rapat untuk membacakan alfatihah kepada seluruh prajurit Satgas yang gugur selama tugas pemadaman kebakaran di Riau. Terutama untuk Praka Anumerta Wahyudi yang gugur di lahan kebakaran di Rohil beberapa waktu lalu.

"Kami menngucapkan banyak terima kasih kepada seluruh para pejuang dan pengabdi yang bahkan mengorbankan nyawa mereka dalam memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Riau ini hingga para pejuang kita gugur," tandas Hijazi.

Dalam rapat evaluasi pembubaran ini hadir seluruh elemen Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau mulai dari Komandan Korem 031/ Wirabima Brigjend TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjend Pol Zulkarnain, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Pnb Henri Alfiandi dn Kepala BPBD Riau Edwar Sanger serta seluruh tim masing-masing satgas.(ro)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu