Pertamina Launching Pertamax Turbo

Dibaca: 82539 kali  Selasa, 15 November 2016 | 11:42:57 WIB
Pertamina Launching Pertamax Turbo
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : PT Pertamina Marketing Region (MOR) I Sumbagut, hari ini meluncurkan varian BBM baru, yaitu Pertamax Turbo, Selasa (15/11/2016). Lauching ini dilakukan di SPBU 14.282.685 jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Pertamax Turbo ini merupakan jenis BBM untuk kendaraab dengan angka oktan 98. Untuk di Riau sendiri, ada 137 dari 154 SPBU yang melayani pejualan Pertamax Turbo. "Dalam waktu dekat kita akan tambah jumlah penjualan SPBUnya," kata GM PT Pertamina MOR I Rumolo Hutapea, Selasa (15/11/2016).

Untuk di Riau sendiri, harga Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp 8.850 per liternya. Untuk kualitas sendiri, Pertamax Turbo ini diklaim jauh lebih baik dari sebelumnya. "Sehingga membuat akselerasi mesin lebih baik dan gas buang mesin kendaraan lebih ramah lingkungan," jelasnya.

Dijelaskan Romulo, Pertamax Turbo ini sempat diuji coba pada ajang balap Lamborghini Blancpain Supertrofoe European pada awal Januari lalu. Uji coba tersebut dilakukan di Sirkuit Vallelunya, Italia.

Selain itu, Pertamax Turbo ini sudah digunakan di empat balapan, yakni Monza Italia, Silverstone UK, Paul Richard Prancis dan Spa Francorchamps Belgia.

Dengan adanya peluncuran Pertamax Turbo ini, produk BBM khusus Pertamina menjadi bertambah. Adapun BBM khusus dari Pertamina adalah Pertalite, Pertamax, Dexlite dan Pertamina Dex.

"Dngan adanya peluncuran Pertamax Turbo ini, membuat konsumen menjadi lebih mudah untuk mencari dan memilih bahan bakar yang terbaik untuk kendaraannya," harap Romulo.(bal)
    
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu