Toyota ”Ngarep” Heykers Kerek Penjualan Yaris

Dibaca: 50333 kali  Senin, 07 November 2016 | 13:17:10 WIB
Toyota ”Ngarep” Heykers Kerek Penjualan Yaris
Ket Foto : ilustrasi internet

BELAKANGAN, All New Yaris ”digebuki” All New Honda Jazz yang selalu memimpin dalam perolehan penjualan bulanan. PT Toyota Astra Motor (TAM) langsung mengantisipasi dengan hadirnya Heykers, varian baru yang diyakini bakal mendongkrak penjualan.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate TAM, (3/11/2016), mengatakan bahwa ada harapan baru terkait munculnya Heykers sebagai varian Yaris. Pihaknya berharap lebih banyak kalangan terangkul, termasuk orang yang suka mobil tinggi.

”Kalau asumsi pasar otomotif nasional 90.000 unit per bulan, maka hatchback medium 4-5 persennya, yakni di kisaran 3.500-an unit. Kami ingin meraih 41 persen pasar, atau 1.400 unit setiap bulannya.” Ucap Soerjopranoto yang biasa disapa Soerjo.

Dari 1.400 unit bidikan itu, Soerjo mengungkap bahwa 70 persen di antaranya model TRD Sportivo. Jika ditambah Heykers, prosentase itu diharapkan bisa kembali naik menjadi 75 persen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), saat ini Toyota Yaris menempati posisi kedua di segmen hatchback.

Sepanjang Januari-September 2016, Yaris terjual 11.800 unit, atau hanya meraih pangsa pasar 39 persen. Sementara Jazz, saingan beratnya, menempati peringkat pertama dengan penjualan 14.070 unit.

Khusus Heykers, Toyota memperkirakan volume penjualannya bisa mencapai 500-650 unit sebulan. Diikuti Yaris TRD (400 unit), dan dua varian Yaris tipe E dan G (300-400 unit).(kpc/rt)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi" Index »

Senin, 13 Agustus 2018 - 19:26:36 WIB

Michale: "Kami Harap Mitra Paham, Perusahaan Juga Harus Bertahan"

PEKANBARU-riautribune: Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh ratusan sopir Gocar di Pekanbaru, Senin (13/8),Vice President Corporate Communications GO-JEK Michael Say mengatakan, pihaknya sangat terbuka mendengarkan masukan dari mitra, namun demikian pihak Gojek Indonesia berharap para mitra memahami, karena perusahaan harus bertahan terhadap kondisi pasar.