Universitas Riau Gaungkan Gerakan Selamatkan Hutan

Dibaca: 58807 kali  Senin, 07 November 2016 | 10:49:47 WIB
Universitas Riau Gaungkan Gerakan Selamatkan Hutan
Ket Foto : ilustrasi internet

 Pekanbaru - riautribune : Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau bekerja sama dengan Earth Hour Pekanbaru dan Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Riau menyosialisasikan gerakan Selamatkan Hutan Riau saat acara Car Free Day, minggu (6/11).

"Kami mengadakan gerakan selamatkan hutan ini sekaligus untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada tanggal 5 November lalu," ujar Menteri Lingkungan Hidup BEM Universitar Riau, Aidil Fitra saat ditemui di acara Car Free Day.

Lebih lanjut ia mengatakan, acara Selamatkan Hutan Riau ini mengangkat tema Karhutla yang efeknya sangat buruk terhadap kelangsungan hidup tumbuhan dan satwa. Pasalnya, karhutla tidak hanya berdampak kepada manusia, namun juga ekosistem yang ada di kawasan tersebut.

Acara ini diadakan sebagai upaya menyosialisasikan permasalahan karhutla di Riau. Menurut data Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) yang dijabarkan oleh Aidil, pada tahun 2015 terdapat lima orang yang meninggal diakibatkan karhutla, 97.139 orang yang menderita ISPA, asma, iritasi dan pneumonia, serta kerugian mencapai Rp20 Triliun.

Aidil menyebutkan bahwa pada tanggal 20 Juli 2016, Polda Riau telah mengeluarkan SP3 terhadap 15 dari 18 korporasi tersangka karhutla di bulan Januari 2016. Ini sudah merupakan salah satu langkah bagus untuk mendukung gerakan Selamatkan Hutan Riau.

"Permasalahan karhutla ini sudah terjadi sejak tahun 1997, info terakhir yang kami peroleh terjadinya karhutla di kawasan Rokan Hilir," ujarnya

Aidil juga memaparkan bahwa saat ini yang dikhawatirkan ada sekitar 1,6juta hektar kawasan hutan yang akan diubah menjadi kawasan non-hutan dan takutnya akan dikelola oleh perusahaan yg belum memiliki izin, belum disahkannya RTRW Riau.

"Jangan sampai hutan diambil alih perusahaan sawit atau akasia. Mari kita bersama-sama memperjuangkan masyarakat dan juga satwa serta tumbuhan  yang berada di kawasan hutan agar tempat tinggal mereka diakui, dirawat dan dikelola oleh pemerintah," harapnya.(antr)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu