PSSI Adem Ayem, Kelompok 85 Pertanyakan Persiapan Kongres

Dibaca: 14565 kali  Jumat, 28 Oktober 2016 | 08:35:28 WIB
PSSI Adem Ayem, Kelompok 85 Pertanyakan Persiapan Kongres
Ket Foto : ilustrasi internet

JAKARTA - Mayoritas pemilik suara federasi sepak bola Indonesia atau Kelompok 85 mempertanyakan persiapan Kongres Pemilihan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia yang bakal dilaksanakan di Jalarta, 10 November mendatang.

Kuasa hukum Kelompok 85 Gusti Randa mengatakan sampai saat ini tak ada kabar perkembangan persiapan kongres dari PSSI. "Waktu tinggal dua pekan lagi, lokasi kongres di hotel mana kami pun belum dapat informasinya," kata Gusti ketika dihubungi Tempo, Kamis.

Sebelumnya, pengurus pusat PSSI sudah menetapkan pelaksanaan kongres di Makassar, 17 Oktober lalu. Sempat terjadi perbedaan dengan pemerintah yang menginginkan kongres digelar di Yogyakarta atau Jakarta. Akhirnya, FIFA memutuskan kongres diundur hingga 10 November 2016 di Jakarta.

Gusti Randa juga mempertanyakan kinerja PSSI yang belum mampu mencari hotel untuk lokasi kongres. Menurut dia, Jakarta merupakan lokasi paling strategis di Nusantara. Walhasil, banyak pilihan hotel di Jakarta. "Tapi nyatanya PSSI mengaku kesulitan cari hotel, kok tak masuk akal," kata Gusti.

Pria yang menjabat Ketua Asosiasi PSSI Provinsi DKI Jakarta itu semakin curiga dengan sikap elit federasi sepak bola Indonesia. Musababnya, ketika rencana kongres di Makassar, 17 Oktober lalu, PSSI tampak begitu siap dan percaya diri.

Bahkan PSSI berani mengklaim persiapan di Makassar hampir rampung ketika rapat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga membahas lokasi kongres, dua pekan lalu. "Malahan kini ada wacana PSSI akan pindahkan lokasi kongres ke luar Jakarta seperti Bogor, Depok, atau Bekasi. Kenapa PSSI seperti takut sekali dengan Jakarta," kata Gusti.

Gusti juga mempertanyakan kondisi dana PSSI untuk menggelar kongres. Bisa jadi, faktor minimnya dana menjadi ganjalan PSSI mencari hotel lokasi kongres di Jakarta. "Bisa jadi PSSI kekurangan dana, sebab sebelumnya pernah ajukan anggaran ke Kemenpora untuk kongres dan tim nasional," kata dia.

Juru bicara Kelompok 85 Gatot Haryo Sutedjo sependapat dengan Gusti. Sutedjo pun khawatir masalah dana malah berpotensi membuat kongres pemilihan PSSI tertunda lagi. "Kami sarankan agar PSSI meminta bantuan Menpora untuk dapatkan solusi," kata Sutedjo dalam siaran persnya, kemarin.

Gusti Randa juga mengatakan Kelompok 85 punya rencana untuk mengirimkan surat ke PSSI yang isinya meminta kepastian pelaksanaan kongres. Bahkan Kelompok 85 juga akan mengirimkan surat ke FIFA untuk meminta asosiasi federasi sepak bola dunia itu mengawasi kinerja PSSI dalam persiapkan kongres. "Kami juga akan lakukan aksi jika PSSI tak juga memberikan kejelasan," kata Gusti.

Menurut Gusti, Kelompok 85 yang menaungi lebih dari 90 pemilik suara PSSI itu berharap kongres pemilihan dapat dilaksanakan dengan aman dan kondusif. Jika kongres berjalan kondusif, maka akan menghasilkan keputusan yang terbaik untuk reformasi PSSI.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Tony Aprilani membantah tudingan tak serius persiapkan kongres pemilihan di Jakarta. Tony mengatakan tim dari PSSI sudah bergerak mencari hotel-hotel terbaik bintang lima di Jakarta.

"Tapi hasilnya di tanggal itu hotel-hotel sudah dipesan semua. Kami ada buktinya kok," kata Tony ketika dihubungi Tempo, kemarin.

Menurut Tony, PSSI juga mengajak Mabes Polri mencari hotel lokasi kongres. Tujuannya agar Mabes Polri bisa memperkirakan keamanan lokasi hotel yang bakal dipakai kongres.

"Kalau soal dipindah ke luar Jakarta, itu sebatas wacana saya. Tapi kami tak tutup kemungkinan itu," tambah Tony.

Tony juga membantah tudingan PSSI tak punya dana untuk menggelar kongres di Jakarta. Menurut dia, FIFA dan AFC akan memberikan bantuan dana ke PSSI.

"Seharusnya Menpora konsekuen dengan keinginannya menggelar kongres di Jakarta. Seharusnya ikut membantu dana ke kami. Tapi nyatanya Menpora tak membantu dengan alasan efisiensi anggaran," kata Tony.


 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 20 September 2017 - 14:54:07 WIB

Momo Gheisa Tiba di Rumah Duka, Isak Tangis Pun Membahana

Veronica Morina Sinaga atau yang dikenal sebagai Momo Geisha, tiba di rumah duka Jalan Kurnia, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, pada Rabu (20/9/2017) sekitar pukul 12.50 WIB. Kedatangan Momo karena mendapat kabar, Sang Ayah Jabonar yang juga wartawan senior di Kabupaten indragiri Hulu Rengat.