Event Tiada Henti,Jelang Tour de Siak.

Dibaca: 64435 kali  Sabtu, 15 Oktober 2016 | 11:27:45 WIB
Event Tiada Henti,Jelang Tour de Siak.
Ket Foto : foto internet

PEKANBARU - riautribune: Kabupaten Siak secara wajah sangat berubah hari ini, bahkan muzaik suasana malam istana dan kelap-kelip lampu kota Siak Sri Indrapura memberikan daya tarik tersendiri ketika kita berkunjung daerah yang banyak menyimpan situs budaya ini. Demikian diungkapkan Fakrulrozi yang juga salah satu penulis terkenal di Riau di masanya.

 Dampaknya jadi banyak pengembangan objek-objek wisata baru mulai dari wisata alam, sejarah, buatan, budaya, hiburan dan lainnya. Alhasil Kabupaten Siak pun semakin menguatkan posisinya sebagai salah satu andalan pariwisata bagi Provinsi Riau.

Bupati Siak Syamsuar mengatakan Tour de Siak (TdSi) bukan sekadar balap sepeda tapi juga ada kuat unsur wisatanya atau sport tourism yang sudah bertaraf internasional sejak pertama kali digelar tahun 2013. Ketika itu jumlah ada 10 tim dari 8 negara, termasuk Indonesia.

“Lewat even olahraga berbalut wisata ini, tagline Siak sebagai "The Truly Malay' diharapkan akan semakin bergema dan dikenal di tingkat dunia,” ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta Kamis (13/10).

Even TdSi ini, sambung Syamsuar, merupakan kesempatkan untuk memperkenalkan budaya Melayu Siak yang masih kental seperti Tari Japin, Tenun Siak, Festival Siak Mermadah, Langgam Melayu,dan lainnya.

Di samping itu juga mempromosikan sejumlah objek wisata sejarah lain selain Istana Siak, dan obyek wisata alam seperti Danau Naga Sakti di Kecamatan Sungai Apit, Danau Zamrud di Kecamatan Dayun, Sungai Siak, dan Hutan Mangrove Mengkapan, serta wisata konservasi dan edukasi Pusat Pelatihan Gajah di Kecamatan Minas.

Sekaligus menggaungkan wisata buatan seperti 3 jembatan yang membentang di atas Sungai Siak salah satunya Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, perkampungan Tionghoa, beberapa taman kota antara lain Air Mancur Taman Tengku Mahratu, lalu sentra kuliner, waterfront city, dan wisata hiburan Queen Star Waterpark di Kelurahan Kampung Rempak.

“Diharapkan jumlah wisatawan baik nusantara dan mancanegara akan semakin meningkat dengan adanya TdSi tahun ini. Tahun lalu jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Siak 105.883 orang terdiri atas 99.178 wisnus dan 6.705 wisman. Tahun ini kami targetkan jumlah wismannya menjadi 10.000 orang,” ujarnya.

Menurut Syamsuar TdSi digelar Pemkab Siak setiap tahun. “Biasanya digelar setiap September. Tapi khusus tahun ini karena bentrok dengan PON, terpaksa kami undur jadi bulan Oktober ini,” terangnya.

Persiapan TdSi 2016 sampai saat ini, lanjut Syamsuar sudah mencapai 98 persen. "Persiapan yang kami lakukan mulai dari hotel, termasuk lahan parkir. Untuk keamanan, kami siapkan 250 personil polisi, terutama di daerah Pelawang," jelasnya.

Begitupun dengan kondisi jalan yang akan dilalui para peserta TdSI 2016. “Tapi kami masih menunggu tim Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) untuk melakukan peninjauan,” akunya.

Keunikan TdSi dibanding balap sepeda lain di Indonesia, tentunya karena melewati Istana Siak yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Siak. “Selain itu para pebalap juga akan melintasi trek kebun sawit dengan medan dan pemandangan yang khas, cuaca panas, dan tentu saja nuansa Melayu yang kental,” ungkap Syamsuar.

Rutenya terbagi dalam 4 etape, dan tahun ini lebih panjang, yakni Etape I dari Siak-Simpang Dayun sepanjang 154,15 Km. Etape II, Siak-Sungai Apit sepanjang 115, 45 Km. Etape III, Siak-Perawang sepanjang 182,12 Km, dan etape 4 Siak City Race sepanjang 110 Km.

Hadiah total TdSi tahun ini sebesar Rp 750 juta sama seperti TdSi 2014 dan 2015. Namun lebih besar dari total hadiah TdSi pertama tahun 2013 yang hanya Rp 380 juta. Peserta TdSi 2016 juga bukan hanya dari Indonesia namun juga mancanegara.

Sekurangnya sudah ada tujuh negara yang dipastikan ikut. Ketujuh negara itu Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, Thailand, Taiwan, dan pastinya Indonesia sebagi tuan rumah.

Tim yang akan mengikuti TdSi 2016 yang sudah masuk dalam kalender rutin Union Cycling International (UCI) ini antara lain Black Ink CCN Cycling Team Singapore, Singha Infinite Cycling Team Thailand, Action Cycling Team Taiwan, NSC-MYCRONE-Malaysia, Persatuan Lumba Basikal Trengganu Malaysia, Vietnam National Team, dan LOF Cycling Team Philipines.

Tim dari Indonesia antara lain Pegasus Continental Team, Customs, Cycling Club, KFC Jakarta, PRCT Jakarta, Lombok Bike Community, BRCC Banyuwangi, PRB Pessel, dan tim lokal Siak BSP. Beberapa tim di antaranya sudah rutin mengikutin even ini.

"Target kami sebenarnya 12 negara yang kuti TdSi tahun ini. Namun karena ajang ini berbarengan dengan jelajah Malaysia sehingga ada beberapa tim yang tidak ikut di TdSi 2016 ini," ungkap Syamsuar.

Untuk menyemarakkan TdSi 2016, panitianya pun menggelar sejumlah acara selama beberapa hari, sebelum lomba balap sepeda tersebut berlangsung seperti lomba fotografi, bazar ekonomi kreatif, community fun bike, parade atlit, parade gasing dan seribu kompang, acara Siak The Truly Malay, dan grand opening ceremony di depan Istana Siak serta welcome dinner party di kawasan Waterfront City Sungai Siak dengan aneka hidangan kuliner Siak serta hiburan tradisional Siak.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar, Esthy Reko Astuti menyambut baik digelarnya ajang TdSi.

"Kami mendukung beberapa daerah melalui ajang tur balap sepeda. Seperti Pak Menpar Arief Yahya sering katakan, daerah yang CEO-nya punya respon baik terhadap pariwisata, pasti akan kita dukung,” terang Esthy yang juga didampingi beberapa asistennya antara lain Raseno Arya.

Kata Esthy penyelenggaraan sport tourism TdSi 2016 ini punya dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. “Soalnya event ini juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Siak. Wisatawan tentunya akan mengeluarkan uang untuk menginap di hotel, makan di restoran, belanja oleh-oleh, dan lainnya yang dampak ekonominya langsung ke rakyat,” tambahnya.

Apalagi Kabupaten Siak yang dikenal sebagai pusat peradaban Melayu Riau ini, lanjut Esthy mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman utamanya dari Malaysia dan Singapura yang masuk dalam kawasan setiga pertumbuhan (growth triangle) Indonesia–Malaysia–Singapura.

Siak Unggulan Riau

Gubernur Riau, H. Arsyad Juliandi Rachman yang berhalangan hadir di jumpa pers pelaksanaan even TdSi 2016 ini, dalam keterangan tertulisnya menerangkan Kabupaten Siak merupakan destinasi wisata unggulan Riau dengan tingkat kunjungan wisatawan tumbuh positif setiap tahun. Hal ini seiring dengan terus dilakukannya pembenahan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan.

“Dengan potensi pariwisata yang dimiliki antara lain wisata budaya, wisata alam, wisata buatan, dan wisata edukasi memberikan spirit bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus melakukan upaya nyata guna memajukan dunia pariwisata di Kabupaten Siak,” kata Arsyad.

Provinsi Riau yang mendapat sebutan sebagai “Bumi Lancang Kuning”, selama ini identik dengan minyak bumi, hamparan kebun kelapa sawit atau sebuah kawasan berkembang dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia Bagian Barat.

Kekayaan sumber daya alam yang telah memberi berkah ini, sambung Arsyad bertemu dengan keinginan kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menghadirkan terobosan baru yakni di sektor pariwisata.

“Bumi Lancang Kuning saat ini sedang berbenah mengembangkan layarnya dengan menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian. Kami harapkan sektor pariwisata akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor lainnya,” tutup Arsyad.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.