Ahok: Tidak Ada Maksud Saya Melecehkan Al-Quran

Dibaca: 37308 kali  Senin, 10 Oktober 2016 | 10:30:43 WIB
Ahok: Tidak Ada Maksud Saya Melecehkan Al-Quran
Ket Foto : Foto Internet

JAKARTA - riautribune : Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akhirnya mengaku salah terkait omongannya soal QS Al-Maidah ayat 51 yang telah membuat tersinggung umat Islam.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf," kata Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Jelas Ahok, tidak ada maksud dia melecehkan kitab suci umat Islam Al-Quran atas ucapannya saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

"Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran," ungkapnya.

Suami Veronica Tan ini menambahkan, apa yang disampaikannya di hadapan warga Kepulauan Seribu merupakan tafsiran pribadi. Dan dia mengaku tidak mengira akan membuat gaduh seperti sekarang.

Ahok pun meminta seluruh masyarakat untuk tidak memperpanjang persoalan ini lagi.

"Saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Saya pikir komentar ini, jangan diteruskan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap dia.

Terakhir, Ahok kembali mengatakan tidak bermaksud menghina agama tertentu atas omongannya itu. Calon gubernur petahana ini justru ingin masyarakat tidak terpengaruh dengan isu SARA jelang Pilkada Jakarta 2017.(rmol)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.