Staf Humas Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Kantor Bupati Rohil

Dibaca: 50576 kali  Rabu, 28 September 2016 | 09:05:51 WIB
Staf Humas Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Kantor Bupati Rohil
Ket Foto : Foto Kantor Bupati Rohil

ROHIL - riautribune : Seorang pegawai negeri di Kantor Bupati Rokan Hilir, Ade Suryani, 25 tahun, tewas terjatuh dari lantai 3 Kantor Bupati di Batu Enam, Bagan Siapiapi, Rokan hilir. Korban terjatuh saat menginjak pelataran yang hanya terbuat dari asbes yang ambruk.

Pembangunan gedung Bupati Rokan Hilir sebelumnya tengah diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau karena diduga tidak sesuai bestek dan spesifikasi.

"Berdasarkan olah TKP kami, tempat pijakan kaki korban tepatnya di pelataran lantai 3 gedung terbuat dari asbes," kata Kepala Kepolisian Resor Rokan Hilir Ajun Komisaris Besar Posma Lubis, Selasa 27 September 2016.

Posma menjelaskan, peristiwa terjadi Senin 26 September 2016 sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu korban Ade serta satu rekan kerjanya Tania Angela, 19 tahun, berada di ruang lantai 5 tengah makan siang.

Setelah makan siang, korban yang bertugas sebagai staf Humas itu dan Tania lalu turun ke lantai 3 untuk mengambil kaos kaki yang dijemurnya yang terjatuh ke pelantaran lantai III.
"Korban dan rekannya Tania lalu keluar dari jendela lantai 3 menuju pelataran tempat jatuhnya kaos kaki," kata Posma.

Saat korban menginjak tepian lantai pelataran, kata dia, tiba-tiba lantai tersebut ambruk dan korban ikut terjatuh hingga lantai 2. "Korban meninggal di tempat," katanya. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, ternyata pelantaran itu hanya terbuat dari asbes, bukan beton.

Sejak awal penempatan gedung baru tersebut memang terkesan dipaksakan dan belum ada kajian terlebih dulu.

Secara kasat mata, lahan parkir belum tersedia sehingga kendaraan sembraut. Lift berfungsi hanya 2 unit, sedangkan 2 unit lagi tidak dapat digunakan. Dari kejauhan bangunan gedung ala timur tengah itu tampak miring. "Seluruh jendela dari lantai bawah sampai lantai 7 tidak memiliki teralis besi," katanya.

Pada Februari 2016 lalu, kata dia, Bupati Rokan Hilir Suyatno meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menempati. Tapi, nyatanya Bupati Suyatno sendiri enggan menempati gedung itu. "Bupati masih ngantor di kantor lama, bupati saja takut tinggal di situ," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Humas Rokan Hilir Hermanto enggan menjawab tudingan itu. Pesan singkat yang dikirim tidak berbalas. "Saya masih di pemakaman," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau menyelidiki dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Bupati Rokan Hilir, Riau. Polisi menduga pembangunan gedung megah sembilan lantai itu tidak sesuai bestek yang telah ditentukan sehingga mengalami patah di bagian tengah dan condong ke kiri.

Polisi mensinyalir ada kesalahan prosedur pada pembangunan gedung megah itu. Gedung tersebut dibangun dengan sistem penganggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Rokan Hilir 2010 hingga 2013 mencapai Rp 102 miliar dan rampung pada 2014. Namun hanya setahun berjalan gedung tersebut mengalami cacat konstruksi.

Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli untuk mengetahui spesifikasi bangunan gedung. Semula bangunan tersebut direncanakan hanya enam lantai, namun pada pelaksanaannya, gedung tersebut justru terkesan dipaksakan menjadi sembilan lantai.(tmpo)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »