Marc Marquez Bocorkan Tanggapan Tim Honda Pasca-Balapan

Dibaca: 36501 kali  Rabu, 21 September 2016 | 08:21:35 WIB
Marc Marquez Bocorkan Tanggapan Tim Honda Pasca-Balapan
Ket Foto : foto riautribune.com

ARAGON – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez membocorkan berbagai tanggapan yang menghujaninya pasca-menjajal balapan. Marquez tidak menampik bahwa Honda kerap memberikan nasihat jika dirinya tampil terlalu agresif.

Sejak memasuki paruh kedua MotoGP, ia menjelaskan bahwa dirinya dan Honda lebih fokus pada meraih poin ketimbang podium. Menurutnya, hal yang terpenting saat ini adalah fokus meraih poin.

“Tim sering mengatakan ‘Mengapa Anda mengambil risiko, Anda kehilangan banyak poin dan Anda sudah berada di depan Valentino (Rossi)!’ dan pada saat saya finis di posisi kedua, mereka akan mengatakan ‘Marc adalah seorang raja karena dia mengambil risiko, dia meraih banyak poin’,” ujar Marquez, mengutip dari laman resmi MotoGP, Rabu (21/9/2016).

Hingga saat ini, Marquez memang masih mantap berada di puncak klasemen MotoGP 2016 dengan raihan 223 poin. Sedangkan posisi kedua diisi oleh pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi dengan selisih 43 poin dari Marquez.

Balapan MotoGP 2016 sendiri bakal memasuki seri ke-14 pada akhir pekan ini. Para pembalap akan bersaing di Motorland Aragon pada Minggu 25 September 2016 malam WIB.(okz)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.