Ninik Mamak dan KTNA Bonai Bantah Sandera 7 Petugas KLHK

Dibaca: 54599 kali  Selasa, 06 September 2016 | 10:38:12 WIB
Ninik Mamak dan KTNA Bonai Bantah Sandera 7 Petugas KLHK
Ket Foto : foto internet

ROKAN HULU-riautribune: Ninik Mamak tiga pucuk suku Melayu, Domo, dan Mendiling juga Badan Pemusyawaratan Desa (BPBD) Bonai Kecamatan Bonai Darussalam, secara tegas membantah mereka sudah menyandera 7 petugas Tim Karlahut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Dalam keterangan resmi di hadapan masyarakat dan ninik mamak tiga pucuk suku, ditegaskan Ketua BPD Bonai, Jefriman, apa yang dilakukan masyarakat Bonai bersama ninik mamak di ponton hanya lakukan klarifikasi atas kedatangan Tim Karlahut ke lahan gambut yang terbakar, dan itu bukan menyandera.

Sebut Jefriman didampingi Ketua LKA Desa Bonai Samsibar bergelar Datuk Majopati, ninik mamak Suku Melayu Tamrin, ninik mamak Suku Domo Hasri, ninik mamak Suku Mendiling Tomi, dan Ketua KTNA Desa Bonai Abdul Gani Roy, Ahad (4/9/2016) malam, mereka saat itu langsung bicara dengan salah seorang petugas dari KLHK bernama Edward Hutapea.

“Saat itu, kita hanya ingin menanyakan maksud kedatangan Tim Karlahut KLHK, karena mereka datang ke kebun kami bukan kebun PT. Andika atau PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL),” sebut Jefriman, Minggu (4/9/2016) malam.

Ucap Jefriman, petugas KLHK ditanya secara baik-baik terkait kedatangan mereka ke lahan warga yang dulunya tanah ninik mamak tiga pucuk suku, Bahkan petugas KLHK menunjukan surat tugasnya secara baik-baik.

“Kita melihat ada plang di kebun kami, dan kebun kami bukan sengaja dibakar, namun terbakar dari desa tetangga sebelah, Kepenghuluan Putat  kabupaten Rokan Hilir. Mana mungkin kami mau membakar lahan kami yang sudah menghasilkan, “ tegasnya.

Bahkan Jefriman juga membantah, adanya aksi pemukulan terhadap petugas negara. “Kalau kami menyandera, maka kunci mobil dinas yang mereka bawa kami yang pegang. Alat-alat mereka juga tidak kami ganggu, coba ditanyakan dengan Pak Kapolres,” ucap Jefriman.

Adanya permintaan penghapusan file foto dan video juga pencabutan plang, Jefri mengakui, itu tidak ada permintaan warga namun ditawarkan sendiri salah seorang Petugas KLHK, Aman, bukan warga yang memintanya.

“Bila memang kami salah maka beri kami solusi. Kalau memang kami sakit, antarkan obat dan jangan racun atau binasakan kami. Kita ini hanya orang kecil yang minim pendidikan, dan niat kami sepontan hanya ingin menyatakan ke tim tersebut bahwa bukan kita yang bakar lahan, “ papar Jefri lagi.(mcr)


 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »