DPR Gali Informasi untuk Fit and Proper Test Budi Gunawan

Dibaca: 54409 kali  Jumat, 02 September 2016 | 17:06:34 WIB
DPR Gali Informasi untuk Fit and Proper Test Budi Gunawan
Ket Foto : foto internet

JAKARTA - riautribune : Anggota Komisi I DPR RI Zainudin Amali menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memikirkan secara saksama saat menunjuk Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso.

Sebagai persiapan, DPR akan menggali informasi dari berbagai pihak untuk uji kelayakan dan kepatutan dirinya. Informasi yang didapat nantinya akan dijadikan bahan pertanyaan dan masukan kepada Budi Gunawan.

Sebagai perwakilan Fraksi Golkar di Komisi I, Zainudin mengatakan, akan segera melakukan rapat internal tentang pergantian Kepala BIN ini.

"Kami dari Fraksi Partai Golkar di Komisi I akan membahas surat presiden tersebut di internal fraksi terlebih dahulu dan akan minta arahan dari Ketua Fraksi serta Ketum DPP Partai Golkar," kata Zainudin di Gedung DPR RI, Senayan, Jumat (2/9/2016).

Lebih jauh Zainudin berpendapat, surat pencalonan Budi Gunawan harus direspons cepat oleh DPR. Hal itu dilakukan untuk menghindari isu simpang siur yang beredar di masyarakat.

"Keputusan Presiden tersebut harus segera direspons sehingga segera mendapatkan kepastian dan tidak menjadi berita yang simpang siur di masyarakat," ujarnya.

Diketahui, Jokowi lewat Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyerahkan surat pergantian Kepala BIN ke pimpinan DPR pagi ini. Dalam surat tersebut, Presiden Jokowi telah menunjuk Budi Gunawan menjadi Kepala BIN (Kabin) untuk menggantikan Sutiyoso.(okz/rt)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu