Dikabarkan Tak Harmonis Wardan-Rosman Terlihat Berduaan

Dibaca: 41885 kali  Kamis, 18 Agustus 2016 | 10:56:11 WIB
Dikabarkan Tak Harmonis Wardan-Rosman Terlihat Berduaan
Ket Foto : foto grc

TEMBILAHAN- riautribune.com: Sekian lama tidak pernah terlihat berdua dan hadir dalam acara yang sama, akhirnya, pada saat upacara penaikan bendera merah putih di lapangan Gajah Mada Tembilahan, Rabu (17/8/2016), Bupati Inhil dan Wakil Bupati Inhil duduk  berdampingan.

HM Wardan dan Rosman Malomo memang sempat dikabarkan tidak lagi harmonis sejak beberapa waktu lalu. Pasalnya, bila di awal-awal masa kepemimpinan mereka sering terlihat berdua dalam berbagai kegiatan.

Namun, akhir-akhir ini mereka sudah jarang terlihat berdua, dan terakhir ini diketahui bersama, saat hari Raya Idul Fitri tahun 2015 lalu, dimana saat itu, Bupati Inhil datang berlebaran ke kediaman Wabup Inhil.

Saat upacara kenaikan bendera merah putih tadi pagi, Bupati terlihat menyalami Wabup sesaat setelah Bupati tiba di lapangan upacara.

Namun, Wabup Inhil yang saat itu didampingi sang istri segera pulang setelah memberikan bantuan kepada para veteran dan janda veteran yang ada di Inhil.

Upacara kenaikan bendera merah putih sendiri dipusatkan di lapangan Gajah Mada Tembilahan dan disaksikan banyak masyarakat dari luar pagar.

Dimana Bupati bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan teks proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.

Pembawa baki bendera merah putih sendiri, adalah siswi dari SMAN 1 Kateman bernama Nariza Ayu Pasha yang merupakan anak dari pasangan Zainuddin dan Sri Yati.

Bupati Inhil, HM Wardan usai upacara menegaskan, sesuai instruksi Presiden untuk bekerja nyata, maka harus lebih giat lagi dalam melaksanakan pembangunan.

''Saya berharap kedepan kerja nyata untuk Inhil harus benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,'' tukas HM Wardan.(adv)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.