Bupati Wardan Ingin Pecahkan Rekor Muri Lagi

Dibaca: 76863 kali  Kamis, 23 Juni 2016 | 14:17:12 WIB
Bupati Wardan Ingin Pecahkan Rekor Muri Lagi
Ket Foto : foto Bupati Inhil HM. Wardan

TEMBILAHAN – riautribune : Bupati Inhil HM Wardan berniat kembali menorehkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) untuk Inhil, yakni dengan menggelar kegiatan 1001 bardah.

Hal itu dilaksanakan adalah guna untuk mendukung program wisata Provinsi Riau. "Inhil siap melakukan promosi habis-habisan," kata Wardan belum lama ini saat menghadiri pengukuhan dan buka bersama dengan KKIH Jakarta, di Jakarta.

Pemerintah Provinsi Riau sendiri sudah melakukan launching kalender iven wisata Riau di Kementerian Pariwisata RI. Dan salah satunya adalah Gema Muharam yang ada di Indragiri Hilir.

"Ini tentu menjadi salah satu kebanggaan bagi kita di daerah. Apalagi acara tersebut juga melibatkan banyak orang, termasuk juga pemecehan beberapa rekor Muri," sebutnya.

Wardan menuturkan bahwa acara Gema Muharram mereka telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) pada 2014 dan 2015 lalu.

"Rencana 2016 kita akan mengangkat budaya lokal bardah yang merupakan satu alat kesenian, saya akan menampilkan 1001 bardah ," tuturnya. Orang nanti akan hadir di lapangan di awali dengan kegiatan istighosah, lanjutnya, kita berhimpun sama-sama selama 10 hari.

"Setiap malamnya kita melaksanakan festival seni bernapaskan Islam yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir di antaranya Festival Berjanji, Maulid Habsy, rabbana, pembacaan salawat, pembacaan syair ibarat kabar kiamat dan lain-lain," katanya.(ptn/rt)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu