Transfer Neymar dari Barcelona dianggap mustahil

Dibaca: 49594 kali  Senin, 20 Juni 2016 | 10:46:02 WIB
Transfer Neymar dari Barcelona dianggap mustahil
Ket Foto : internet

BARCELONA - Neymar tidak akan pergi dari Barcelona, karena klub manapun yang coba membelinya bakal mendapat sanksi dari UEFA lantaran melanggar aturan Financial Fair Play, menurut laporan yang diturunkan oleh Sport.

Media Catalan tersebut mengklaim bahwa mendapatkan tanda tangan sang pemain di musim panas ini bakal memaksa tim manapun untuk mengeluarkan dana hingga total 500 juta euro.

Masa depan Neymar kembali menjadi pembicaraan hangat di berbagai media olahraga seluruh dunia, usai agennya, Wagner Ribeiro, mengatakan bahwa ada tiga klub besar Eropa yang menyanggupi membayar klausul sang pemain. Tidak ada klarifikasi mengenai tiga nama klub tersebut, namun Manchester United dan PSG disebut amat tertarik dengan sang bintang.

Sport mengklaim bahwa tim yang menginginkan jasa Neymar harus membayar klausul senilai 190 juta euro dan juga pajak senilai 21 persen. Selain itu, gaji sang pemain juga bakal berkisar di nilai 45 juta euro per musim, yang membuat biaya transfer bakal merangkak hingga 500 juta euro.

PSG dan Manchester United memang punya kekuatan finansial untuk melakukannya, namun UEFA diklaim tidak akan tinggal diam, karena hal tersebut bakal mencederai semangat berkompetisi secara sehat dari sisi finansial - yang diwadahi dalam aturan Financial Fair Play.

Barcelona sendiri tengah melakukan negosiasi kontrak baru dengan Neymar, yang kabarnya bakal resmi diumumkan usai Copa America 2016.(rm/rt)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Senin, 19 November 2018 - 13:09:05 WIB

Ketua DPR Apresiasi ARDINDO Berdayakan Koperasi dan UMKM

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bangga terhadap Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) yang berhasil meluncurkan ARDINDO MART sebagai sebuah upaya memberdayakan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sekaligus, mendorong jiwa kewirausahaan dalam mendongkrak perekonomian nasional.