Calon Wagubri Luar Golkar Timbulkan Persoalan Baru

Dibaca: 59533 kali  Rabu, 01 Juni 2016 | 14:12:16 WIB
Calon Wagubri Luar Golkar Timbulkan Persoalan Baru
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU-riautribune: Hingga saat ini, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman belum memberi tanda-tanda siapa sosok yang akan dipilih untuk mendampinginya dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut pengamat politik Universitas Riau, Mexsasai Indra, jalan terbaik adalah tetap merekrut dari internal Golkar. Sebab, jika memilih dari luar Golkar, dinilai akan menimbulkan persoalan baru.

Sementara itu, sejauh ini sejumlah nama yang disebut-sebut pantas mendampingi Gubri Andi Rachman, demikian ia akrab disapa, telah muncul ke permukaan. Kebanyakan berasal dari kader Golkar. Namun ada juga yang datang dari luar partai.

"Sesuai aturan, yang berwenang menentukan calon Wakil Gubri adalah Gubernur dan Golkar Riau. Bila mengambil dari luar ini, bisa jadi akan muncul persoalan baru," ujar Mexsasai Indra, Selasa (31/5).

Lebih lanjut, ia menyebutkan, jika Gubri Andi Rachman memilih pendampingnya dari kalangan birokrat, dikhawatirkan akan berbenturan dengan aturan main. Karena dalam Undang-undang Nomor 23 Cawagubri Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jelas diatur PNS yang maju sebagai kepala daerah harus mengundurkan diri.

"Namun, keadaannya sekarang kan berbeda, tidak dalam ajang Pilkada. Apakah ketentuannya tetap wajib mundur, kan tidak pasti karena tidak ada aturan yang mengaturnya secara eksplisit. Tentu ini akan jadi problema," ujarnya.

Sementara jika mengambil calon Wagubri dari luar Golkar, hal itu juga dinilai akan memunculkan konflik baru di internal Partai Golkar Riau. Namun ia menekankan, siapa pun calon Wagubri, yang bersangkutan harus bersih dari segala macam indikasi pelanggaran hukum.

"Kemudian, wakilnya tentunya harus orang yang cocok dengan gubernur sampai habis masa jabatannya. Bila tidak, bisa saja pecah kongsi di tengah jalan. Ini sudah sering terjadi," ujarnya lagi.

Mencuat Hingga saat ini, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai calon Wagubri yang pantas mendampingi Andi Rachman. Kebanyakan memang berasal dari internal Golkar. Di antaranya Syamsuar (Ketua DPD II Golkar Siak yang juga Bupati Siak), HM Harris (Ketua DPD II Golkar Pelalawan yang juga Bupati Pelalawan), Sukarmis (Ketua DPD II Golkar Kuansing), Herman Abdullah (mantan Walikota Pekanbaru dua periode), Indra M Adnan (mantan Bupati Inhil dua periode), Yopi Arianto (Ketua DPD II Golkar Inhu yang juga Bupati Inhu), Suparman (Ketua DPD II Golkar dan Bupati Rohul) dan Septina Primawati Rusli (anggota DPRD Riau).

Meski demikian, ada juga figur yang datang dari luar Golkar. Salah satunya adalah Ahmadsyah Harrofie, dari kalangan birokrat. Ahmadsyah sendiri saat ini masih menjabat sebagai Asisten I Setdaprov Riau.

Menyikapi hal itu, pengamat politik Riau Aidil Haris, sejauh ini kemungkinan posisi Wagubri diisi dari internal Golkar, memang lebih kuat.

Namun ia menekankan, Golkar merupakan partai politik yang dinamis, sehingga semua kader terbaik memiliki peluang untuk mengisi kursi Wagubri itu.

"Tapi ini kan politik, dari sekian banyak kader terbaik Golkar di Riau, tentu dipilih mereka yang bisa bekerjasama dengan Andi Rachman. Golkar itu dinamis, sulit ditebak," jelasnya.(ehm)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas