Polair Polda Riau Gagalkan Upaya Penyelundupan Ratusan Kardus Buah Ilegal

Dibaca: 57973 kali  Selasa, 31 Mei 2016 | 10:47:56 WIB
Polair Polda Riau Gagalkan Upaya Penyelundupan Ratusan Kardus Buah Ilegal
Ket Foto : internet

PEKANBARU-riautribune: Direktorat Polair Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kardus buah ilegal yang diduga berasal dari Malaysia, Singapura, dan China. Selain mengamankan ratusan kardus buah illegal, polisi juga berhasil mengamankan dua orang tersangka.

"Kalau dilihat dari paketnya, ini diduga berasal dari Singapura, Malaysia dan China. Paket ini tidak dilengkapi dokumen yang sah," kata Kasubdit Penegakkan Hukum Dit Polair Polda Riau, AKBP Arif Bestari, Selasa (31/5/2016).

Ratusan kardus berisikan buah pir, apel dan Sunkist itu dibawa menggunakan kapal speed boat dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menuju Kabupaten Indragiri Hilir. Pengakuan dari kedua tersangka, mereka baru pertama kali melakukan kegiatan tersebut. Mereka menerima upah Rp50 ribu untuk satu kardus yang dikirimkan.

Arif mengatakan, modus ini merupakan modus penyeludupan buah-buahan dari luar negeri yang baru. Sebelumnya, para penyelundup biasanya membawa buah selundupan melalui Kota Pekanbaru. Namun, saat ini, rute pengiriman berubah dengan terlebih dahulu transit di Tanjungpinang.

Selain itu, pelaku juga mengganti kapal yang biasanya menggunakan kapal besar, sekarang memilih menggunakan kapal kecil atau speed boat.

"Mereka menggunakan modus baru, biasanya langsung dari negara asal ke tujuan, tetapi ini transit dulu untuk menghindari pajak. Menggunakan kapal besar, tetapi sekarang menggunakan kapal kecil seperti speed boat," ujarnya.(okz/rt)


 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu