Keren, Sepatu Buatan Siswa SMK Bandung Ini Bisa Jadi Mesin Absensi

Dibaca: 51940 kali  Jumat, 27 Mei 2016 | 17:07:02 WIB
Keren, Sepatu Buatan Siswa SMK Bandung Ini Bisa Jadi Mesin Absensi
Ket Foto : internet

BANDUNG - riautribune : Absen dengan sensor jari tentunya sudah biasa di perkantoran. Tapi bagaimana jika absen dengan menginjakkan sepatu ke keset? Seperti ini inovasinya.

Sekelompok pelajar SMK Bandung Selatan, Cibaduyut, Kota Bandung punya ide yang cukup unik. Yakni menggabungkan teknologi chip, software, dengan sepatu. Hanya dengan menginjakkan sepatu di atas keset, identitas pemakai sepatu sudah bisa muncul di layar laptop atau komputer.

Sadad Illahi, salah satu siswa yang merancang Sepatu Absensi ini mengungkapkan teknologi ini bisa lebih mudah absen tanpa harus mengantre.

"Jadi cara kerjanya, sensor chip disimpan di dalam sepatu. Bisa di ubin atau di keset. Ada database yang terhubung antara chip di sepatu dengan komputer," jelasnya.
Cara kerjanya, seseorang tinggal menginjakakan kaki ke keset, kemudian di layar laptop akan muncul foto dan identitas seperti nama dan nomor induk.

"Tinggal injek saja kesetnya, nanti muncul di layar. Lebih baik layarnya dekat dengan sensor chip di lantainya," terangnya.

Nilai teknologi absensi sepatu ini cukup lumayan. Satu pasang sepatu beserta chip dan softwarenya, dibanderol sekitar Rp 1 juta.

"Sepatunya bisa custom, database-nya juga bisa disesuaikan. Tergantung permintaan," tandasnya.(dtk/rt)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Pendidikan" Index »

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:17:20 WIB

Bank Riau Kepri Raih 2 Penghargaan DataGovAi Award 2018

PEKANBARU-riautribune: Tahniah, Bankriaukepri sukses meraih dua penghargaan bergengsi yakni DataGovAI 2018, acara inipun dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Rudiantara serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi Bank Riau Kepri sukses meraih The Best IT Data Governance pada ajang DataGovAi Award 2018, Rabu (17/10/18) di Balai Kartini Jakarta.