Hadapi Ramadan, Bulog Siapkan 1.000 Ton Bawang Merah

Dibaca: 62952 kali  Selasa, 24 Mei 2016 | 15:39:13 WIB
Hadapi Ramadan, Bulog Siapkan 1.000 Ton Bawang Merah
Ket Foto : ilustrasi internet

JAKARTA – riautribune: Menjelang Ramadan, harga bawang merah saat ini masih cenderung tinggi. Bahkan menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, hingga saat ini harga bawang merah masih menyentuh angka Rp41 ribu per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi apabila dibandingkan target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan harga bawang merah mencapai sekira Rp20 ribu per kg.

Untuk menekan harga ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) pun sudah menyiapkan stok bawang untuk menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran. Saat ini Bulog telah memiliki cadangan bawang merah sebanyak 600 ton yang akan digunakan untuk menghadapi Ramadan.

"Bawang yang pasti target harganya Rp25 ribu, kalau stok yang mesti disiapkan ya semaksimal mungkin kita punya stok tidak kurang dari 600 ton di gudang kami," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Bulog pun berencana menambah stok bawang merah hingga mencapai 1.000 ton. Sehingga, diharapkan stok bawang merah akan tercukupi saat memasuki bulan suci Ramadan.

"Dalam perjalanan ada 300 ton. Kurang lebih hampir 1.000 ton untuk menghadapi puasa-Lebaran. Persebarannya untuk seluruh Indonesia," jelasnya.

Nantinya, Bulog juga akan mengadakan pasar murah yang dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI. Dengan begitu, masyarakat akan tetap dapat menikmati murahnya harga bawang merah.

"Insya Allah nanti ada operasi pasar Bulog kerjasama dengan instansi kepolisian dan TNI," jelasnya.

Namun, surplusnya produksi bawang merah ini tidak menyurutkan niat pemerintah untuk melakukan impor. Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, pemerintah berencana melakukan impor bawang untuk dapat menekan harga bawang merah. Impor ini akan dilakukan menjelang memasuki bulan puasa.

"Saat ini harga memang masih tinggi. Kalau harga masih terlalu tinggi ya kita pasti impor," kata Panggah pada kesempatan yang sama.(okz/rt)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi" Index »