Amril Buka Rakor Kepsek se-Kabupaten Bengkalis di Mandau

Dibaca: 66497 kali  Kamis, 28 April 2016 | 09:39:05 WIB

DURI-riautribune: Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, melalui peranan-peranan yang dilakukan, sebagai pengelola satuan pendidikan, seorang Kepala Sekolah (Kepsek) bertanggung jawab terhadap efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang dipimpinannya. "Peranan Kepsek sangatlah kompleks. Di antaranya, sebagai pemimpin, administrator, manajer, supervisor, dan penghubung masyarakat," ujar Amril, ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepsek se-Kabupaten Bengkalis di meeting room Lantai IV Surya Hotel Duri, Kecamatan Mandau, Rabu (27/4).

Kata Amril, dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, ada tujuh peran utama Kepsek. Yaitu, sebagai educator atau pendidik, manajer, administrator, supervisor atau penyelia, leader atau pemimpin, pencipta iklim kerja, dan wirausahawan. Sebagai pendidik, ujarnya, Kepsek harus berkomitmen tinggi. Fokus mengembangkan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya. Senantiasa memfasilitasi dan mendorong, agar para guru dapat meningkatkan kompetensinya, supaya KBM efektif dan efisien.

Masih kata Amril, sebagai manajer, Kepsek harus melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Memfasilitasi, dan memberikan kesempatan yang luas kepada para setiap guru melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai pendidikan dan pelatihan. Baik di dalam maupun di luar sekolah.

Sementara sebagai administrator, jelasnya, Kepsek harus dapat menggerakkan seluruh potensi dan sumber daya sekolah, sehingga bergerak bersama untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis. "Sedangkan sebagai supervisor atau pengawas, Kepsek harus mengawasi dan mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran. Menjadikan hasil pantauan itu, untuk evaluasi dan perbaikan, baik kuantitas maupun kualitasnya," kata Amril.

Selanjutnya, Kepsek sebagai pencipta iklim kerja, imbuh Amril, harus mampu membangun budaya dan iklim kerja yang kondusif, yang memungkinkan setiap guru kian termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul, yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya.

Terakhir, sebagai wirausahan, sambung suami Kasmarni ini, seorang Kepsek harus dapat menerapkan prinsip-prinsip kewirausaan dalam kaitannya peningkatan kompetensi guru. Dapat menciptakan pembaharuan, keunggulan komparatif dan kompetitif, serta memanfaatkan berbagai peluang. "Kepsek dengan sikap kewirausahaan yang kuat, akan berani berinovasi di sekolahnya, termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya," paparnya.

Karena Kepsek merupakan salah satu kunci sukses peningkatan kualitas pendidikan, kepada peserta Rakor amril berharap dihasilkan pemikiran-pemikiran bernas. "Sehinga setiap Kepsek di daerah ini, benar-benar dapat menjalankan seluruh peran-peran dimaksud secara komprehenseif, baik dan benar, serta dengan mutu yang sama," harap Amril yang dala kesempatan itu juga menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja kepada Indra Jaya kepada ahli warisnya.

Plt. Kadis Pendidikan Bengkalis, H. Heri Indra Putra melalui Sekretaris Disdik Bengkalis menjelaskan, peserta Rakor yang berlangsung terdiri dari Kepsek Taman Kanak-Kanak (60 orang), Sekolah Dasar (335), SMP/sederajat (95) dan SMA/SMK (68). "Serta Unit Pelaksana Tenis Dinas Pendidikan se-Kabupaten Bengkalis 8 orang," ujar Heri Indra seraya mengatakan Kepsek yang hadir dalam Rakor tersebut bukan hanya dari sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. (rls/hms)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu