Pilwako Pekanbaru 2017

Ketua PGRI Riau Didesak Bertarung

Dibaca: 49954 kali  Rabu, 06 April 2016 | 07:51:29 WIB

PEKANBARU-riautribune: Diam-diam Dr. Syahril, SPd, MM ternyata mempunyai keinginan mengabdikan dirinya kepada masyarakat Kota Pekanbaru. Maju menjadi Calon Kepala Daerah di kota bertuah menjadi pilihannya di tahun 2017 mendatang. Ini dilakukannya karena banyaknya desakan dari para guru, beberapa tokoh masyarakat, mahasiswa, dan masyarakat yang memintanya untuk bisa bersaing dalam perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Bahkan Ketua PGRI Riau ini, sudah mendapatkan dukungan penuh dari para guru. Karena para guru baik swasta dan negeri menilai sosok Syahril bisa meningkatkan dunia pendidikan, menekan angka putus sekolah, memberikan kesejahteraan bagi guru honorer, menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikalangan akademisi sendiri, sosok Syahril sudah sangat dikenal. "Memang ada yang meminta saya untuk ikut bertarung menjadi Walikota Pekanbaru atau Wakil Walikota. Para guru, mahasiswa, mantan siswa, tokoh masyarakat, pedagang banyak yang datang menjumpai saya. Tapi biarlah Allah saja yang menunjukan jalan itu nantinya," ungkap Syahril kepada wartawan, Selasa (5/4).

Kalau ditanya keinginannya, Syahril menjawab, dirinya siap menjadi calon walikota maupun wakil walikota. Namun lanjutnya, hal tersebut perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat. "Saya ini profesinya guru. Biar masyarakat saja yang menilai layakah seorang Syahril menjadi kepala daerah. Kalau memperjuangkan nasib guru dan masyarakat Pekanbaru, Insya Allah saya sudah berusaha bertahap ke pusat untuk memperhatikan Riau. Terutama dunia pendidikan," ujarnya. (ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.