Titik Panas Kembali Muncul di Riau

Dibaca: 62983 kali  Jumat, 26 Februari 2016 | 11:15:14 WIB


PEKANBARU-riautribune: Sejak dua hari terakhir, BMKG memantau dua titik panas di wilayah Riau. Satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, kembali mendeteksi dua hotspot atau titik panas di wilayah Riau. Kedua titik tersebut, sehari sebelumnya telah muncul.

"Kemarin, kedua hotspot tersebut hari ini masih terdeteksi di wilayah Riau. Keduanya terpantau di Siak dan Inhil, masing-masing satu titik," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi kepada riautribune.

Munculnya hotspot tersebut sebagai dampak dari wilayah Riau, terutama bagian pesisir yang dipenuhi lahan gambut dan sekarang juga sudah mulai memasuki musim kemarau. Sehingga intensitas curah hujan mulai berkurang dan kebakaran hutan dan lahan jadi mudah terjadi.

"Ini sudah kita prediksi dari awal, bila sudah memasuki musim kemarau maka daerah pesisir akan mudah terbakar. Bila tidak diantisipasi dengan cepat, maka karhutla akan mudah muncul. Hotspot sekarang merupakan indikasi karhutla yang harus diwaspadai," ujar Slamet.

Sementara itu, peluang hujan dengan intensitas ringan turun tidak merata di wilayah Riau bagian Selatan dan Timur pada siang atau sore dan malam hari. BMKG juga mencatat, dampak El Nino yang ditandai peningkatan suhu permukaan laut di sekitar equator mulai mengalami penurunan di Riau, sehingga tidak menyebabkan kebakaran lahan yang parah awal 2016 ini. (mbo)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu