Selasa Depan, Pembentukan Pansus MY Diparipurnakan

Dibaca: 60828 kali  Kamis, 14 Januari 2016 | 07:23:38 WIB

BENGKALIS-riautribune: DPRD Bengkalis sepertinya sudah tidak mau berkompromi lagi terkait pelaksanaan mega proyek senilai Rp2,4 triliun untuk pekerjaan enam jalan lingkar dan poros yang menggunakan sistem multiyears (MY). Direncanakan Selasa (19/01) depan DPRD akan memparipurnakan pembentukan panitia khusus (pansus) MY terkait berbagai persoalan pada proyek fantastis tersebut.

Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsalan S.Sos ketika ditemui Selasa (13/01) menyebutkan bahwa Banmus DPRD telah mengagendakan rapat paripurna pembentukan Pansus MY bersama dengan dua agenda lainnya. Dikemukakan, bahwa mayoritas fraksi-fraksi di DPRD Bengkalis telah sepakat untuk membentuk Pansus MY karena mega proyek tersebut diduga menyalahi berbagai ketentuan.

“Sesuai hasil rapat Banmus DPRD belum lama ini, kita akan memparipurnakan pembentukan pansus MY pada Selasa pekan depan. Tujuan pembentukan pansus MY tidak lain untuk mengetahui lebih jauh akar persoalan pada mega proyek dengan nilai fantastis itu, karena proyek MY menggunakan keuangan daerah dalam skala besar,” papar Irmi Syakip.

Sekretaris Fraksi Persatuan Nurani Bangsa ini optimis pembentukan Pansus MY akan menjawab keraguan serta persoalan-persoalan teknis yang terjadi di lapangan. Karena dari enam paket MY yang sudah selesai dilelang, hanya lima paket yang dikerjakan itupun kualitas maupun progres-nya dipertanyakan.

Soal muara dari Pansus MY itu, kalau terbentuk, politisi PKB ini tidak dapat memastikan, tergantung dari keputusan pansus nantinya. Kalau memang ada dugaan tindak pidana, tentu harus diselesaikan melalui prosedur hukum yang berlaku dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Tujuan membentuk Pansus MY bukan semata mencari kesalahan, tapi sejauh mana capaian keberhasilan proyek tersebut, output kepada masyarakat dan soal pembiayaan. Sebab, banyak beredar opini di masyarakat, kalau lima proyek MY yang sudah tutup buku pelaksanaannya tersebut masih menyisakan masalah, itulah yang akan kita telusuri,” tegas Irmi Syakip.

Ditambahkan, selain kelima paket MY yang sudah tutup buku pekerjaannya akhir Desember tahun 2015 lalu, Pansus juga akan menelusuri akar persoalan satu paket yaitu jalan poros Duri-Sungai Pakning yang batal dikerjakan. “Ada beberapa persoalan yang kita rasa perlu ditelusuri, termasuk jalan Duri-Sungai Pakning yang tidak diteken kontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkalis,” tutup Irmi Syakip. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »