Usman Malik Kembali Pimpin PWI Bengkalis

Dibaca: 71063 kali  Rabu, 23 Desember 2015 | 07:20:01 WIB

BENGKALIS-riautribune: Setelah melalui proses yang cukup alot dan sempat memanas, Konferensi Kabupaten Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis akhirnya selesai dilaksanakan. Usman Malik kembali terpilih secara aklamasi menahkodai PWI Kabupaten Bengkalis periode 2015-2018, Selasa (22/12) kemarin.

Konferensi ke III PWI Kabupaten Bengkalis ini diikuti 5 bakal calon (balon) sesuai penjaringan yang dilakukan 7 anggota memiliki hak pilih. Balon tersebut masing- masing Susi Yanti, Bakhtiar, Bakhtaruddin, Usman Malik dan Mazwin. Dari ke 5 balon tersebut, 3 balon Susi Yanti, Bakhtiar dan Mazwin memilih keluar dari ruangan setelah votting penjaringan dilakukan karena mereka menilai konferensi tidak fair.

Meski beberapa anggota meninggalkan ruangan konferensi, pimpinan sidang yang dipimpin Sekretaris PWI Provinsi Riau Eka Putra tetap melanjutkan jalan konferensi PWI ke III. Usman Malik di daulat terpilih aklamasi setelah Bakhtaruddin memilih mundur dari bursa pencalon. "Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan. Mari kita sama-sama membesar PWI ini, jika terdapat perbedaan-perbedaan dalam konferensi rasa saya itu hal biasa dalam dinamika seperti ini. Saya butuh dukungan, saran dan kritikan kawan-kawan demi jalannya organisasi ini lebih baik," kata Usman Malik dalam sambutannya.

Konferensi Kabupaten PWI Kabupaten Bengkalis resmi ditutup ketua PWI Provinsi Riau Dheni Kurnia. Turut hadir hingga acara selesai sekitar pukul 02.30 WIB dinihari Dewan Penasehat PWI Kabupaten Bengkalis Masuri SH.(afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu