Kepsek Jujur Justru Dipindah

Pelantikkan 75 Kepsek Dinilai Tak Ikuti Proses Yang Benar

Dibaca: 9023 kali  Kamis, 19 November 2020 | 21:36:59 WIB
Pelantikkan 75 Kepsek Dinilai Tak Ikuti Proses Yang Benar
Ket Foto :

Pekanbaru- Riautribune :Rekrutmen calon kepala sekolah hendaknya dilakukan melalui proses pencarian secara aktif kepada semua guru yang dipandang memiliki kualifikasi dan kompetensi. 

Demikian dikatakan anggota komisi V DPRD Riau, Ade Hartati menanggapi pelantikan Kepsek oleh Dinas Pendidikan Riau, kamis (19/11).  Namun hal itu diciderai oleh, adanya penunjukkan subjektif, hal ini terlihat dari beberapa kepsek yang dilantik, justru bermasalah ketika PPDB online tahun 2020, bahkan berkali kali di demo masyarakat Tempatan.

Menurut Ade Hartati untuk menjadi kepala sekolah harus diambil dari guru guru yang memiliki kualifikasi dan kompetensi.

Dengan adanya keterbukaan dan transparansi "sehingga akan banyak guru guru melamar dan mengikuti seleksi calon kepala sekolah" katanya. 

Ditanyakan ke Ade Hartai terkait desakan dari kelompok masyarakat sipil untuk dilakukan pemanggilan Kadisdik ke DPRD Riau melalaui hearing. 

"Sepakat dengan ketua komisi / Komisi V selaku mitra dari Disdik yang memiliki tupoksi pengawasan dan monitoring tentu harus menyikapi hal ini", kata Ade via Whatsapp. 

Sebagaimana diketahui diam-diam hari ini Pemprov Riau, dikabarkan melantik sebanyak 75 kepala sekolah SMAN se Kabupaten Kota di Riau. 

Ketua Komisi V DPRD Riau mengaku tidak mengetahui hari ini ada pelantikan sejumlah Kepsek. 

"Tidak ada pemberitahuan kepada kami, saya saja baru dapat kabar dari wartawan" tutur Ketua Komisi V DPRD Riau, Eddy Moh Yatim kepada Radar, kamis (19/11) siang. 

NGO Kaukus Global Transparansi meminta DPRD Riau memanggil Kadis Pendidikan Riau, untuk dimintai klarifikasi melalui hearing. 

"Komisi V DPRD Riau saja selaku mitra satker tidak diberi tahu, bagaimana pendidikan di Riau ini mau maju kalau pelantikan Kepala sekolahnya terkesan tertutup, sebagai wakil rakyat sebaiknya DPRD Riau memanggil pihak terkait agar ada kejelasan atas masalah ini" kata Romzizi dari Kaukus Global Transparansi. 

Pihak Dinas Pendidikan mengaku pelantikan kepala sekolah ini untuk mendefenitifkan kepala sekolah yang sebelumnya menjabat sebagai Plt kepala sekolah, dan juga mengisi kekosongan di beberapa sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Yusri, mengatakan, pelantikan Kepala sekolah ini, didominasi dari kepala sekolah yang masih Plt, sehingga perlu di defenitifkan.

“Kepala sekolah yang dilantik siang ini kalau tak salah 75 orang. Dan mereka didominasi kepala sekolah yang Plt, ada juga yang tidak Plt dan diangkat menjadi kepala sekolah. Tapi semua dijalankan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku,” ujar Yusri.

Dijelaskan Yusri, jabatan Plt Kepala sekolah yang dijabat oleh masing-masing sekolah, lamanya berfariatif saat menjalankan tugasnya di sekolah yang dipimpin. Untuk melancarkan kegiatan dan menjalankan sekolah, perlu ditetapkan kepala sekolah yang defenitif.

“Lama jabatan mereka sebagai Plt bevariatif ada yang kurang dari 6 bulan ada juga yang lebih dari 6 bulan.

Paling banyak didaerah-daerah yang belum ada kepala sekolahnya, kan banyak tu di Kabupaten Kota,” ungkapnya.

(Redaksi) 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »