Sebanyak 180 Mahasiswa STAIN Diwisuda

Dibaca: 76623 kali  Senin, 30 November 2015 | 07:23:06 WIB
Sebanyak 180 Mahasiswa STAIN Diwisuda
Ket Foto : Pj. Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie menerima cenderamata dari Ketua STAIN Bengkalis, Prof. DR. H Syamsul Nizar pada wisuda 180 mahasiswa STAIN Bengkalis, Sabtu (28/11) lalu.

BENGKALIS-riautribune: Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah, Sabtu (28/11) lalu, Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmadsyah Harrofie menghadiri prosesi wisuda bagi 180 mahasiswa lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis. Kegiatan wisuda angkatan XVI/II itu dilaksanakan di Gedung Kesenian Cikpuan.

Kepada 180 orang lulusan STAIN tersebut, Ahmadsyah mengatakan agar menjadi alumni yang optimis dalam menjalani hidup dan kehidupan. Menjadi lulusan yang tidak hanya produktif, tetapi harus kreatif. Karena, imbuhnya seraya mengutip Khalil Gibran, orang-orang optimis itu akan memandangi mawar dan bukan durinya. Sementara orang-orang pesimis selalu memandangi duri dan mengabaikan mawar.

“Selain itu jadilah wisudawan/ wisudawati yang kreatif. Sebab, satu-satunya orang yang bisa mengalahkan orang yang produktif adalah orang yang kreatif”, pesannya.

Kata Ahmadsyah lagi, para lulusan STAIN Bengkalis angkatan XVI/II ini merupaka aset berharga bagi daerah ini. Karenanya, harus mampu menjadi pelopor bagi percepatan pembangunan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Terutama di bidang pendidikan.

Di bagian lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Riau ini juga berpesan, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus bisa dikembangkan dan digunakan dalam seluruh aspek kehidupan dan kemaslahatan masyarakat. “Juga harus dapat menyelesaikan persoalan­-persoalan yang dihadapi dalam kehidupan global. Apalagi sekitar sebulan lagi akan diberlakukan masyarakat ekonomi ASEAN. Seluruh lulusan STAIN Bengkalis yang diwisuda hari ini harus menjadi pemenang, bukan menjadi pecundang dalam persaingan global yang semakin kompetitif tersebut,” ajaknya.

Kepada STAIN Bengkalis, Ahmadsyah berharap agar kontribusi yang telah diberikan selama ini, khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu pusat pendidikan nasional di Provinsi Riau, ke depan dapat semakin di tingkatkan.

Sementara Ketua STAIN Bengkalis H. Samsul Nizar menjelaskan, bahwa kampus yang merupakan lembaga pendidikan pencetak kader-kader guru ini siap untuk menjadi perguruan yang dibanggakan Kabupaten Bengkalis. “Namun, untuk tercapainya harapan ini, maka kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah Kabupaten Bengkalis terlebih STAIN Bengkalis, hingga saat ini satu-satunya perguruan tinggi agama Negeri di Riau,” ujar Samsul Nizar.

Disampaikannya, untuk tahun ini, dari 180 mahasiswa yang terdiri dari 119 jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 61 jurusan Tadrib Bahasa Inggris (TBI), STAIN Bengkalis memiliki empat wisudawati yang kumlot. Terdiri dari tiga jurusan Pendidikan Agama Islam PAI dan satu dari TBI. Selain kumlot, juga terdapat dua wisudawati berhasil meraih predikat pemuncak untuk jurusan TBI.

Informasi yang diperoleh, wisudawati yang mendapat predikat kumlot tersebut adalah Siti Nuralia dengan IPK 3, 76. Kemudian Masitah IPK 3,74 dan Maulika Agustia IPK 3,70. Tiga wisudawati ini mampu menjadi yang tertinggi. Sedangkan untuk jurusan TBI, Umi Muniroh dengan IPK 3,70 berhasil mendapat predikat kumlot. Selanjutnya, Destina Sari dan Nina Nofiana mendapat penghargaan sebagai mahasiswi berpredikat dengan gelar pemuncak dari 61 mahasiswa TBI. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.