Dua Komisi di DPRD Pekanbaru Lakukan Sidak Rs Awal Bros

Dibaca: 55586 kali  Senin, 03 Agustus 2020 | 15:46:54 WIB
Dua Komisi di DPRD Pekanbaru Lakukan Sidak Rs Awal Bros
Ket Foto : Komisi III dan juga Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melakukan Inspeksi di Rumah Sakit Awal Bros

PEKANBARU - riautribune : Secara mendak gabungan dari Komisi III dan juga Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melakukan Inspeksi di Rumah Sakit Awal Bros yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (03/08/2020) pagi.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Yasser Hamidy ketua Komisi III dan juga Sigit Yuwono ketua komisi IV ini setibanya langsung berbagi tugas, Komisi III langsung mengece seluruh pelayanan dirumah sakit dan Komisi IV langsung menyasar ke limbah dan juga saluran drainase yang ada dirumah sakit tersebut.

"Temuan pertama kita soal AMDAL dan nanti kita minta laporannya dari rumah sakit dan juga dari DLHK pada saat kita panggil ke DPRD. Laporannya ini tiga bulan sekali tapi tadi kita lihat laporannya hanya sampai 2019, karenanya kita tunggu laporan merwka (Awal Bros) saat hearing yang sudah kita jadwalkan," kata Sigit Yuwono seusai melakukan Sidak.

Tak hanya pihak Awal Bros saja, pada saat Hearing nanti Komisi IV juga akan memanggil beberapa OPD yang terkait seperti Dinas Kesehatan, DLHK dan juga PUPR.

Kata Sigit pemanggilan PUPR sendiri berkaitan dengan temuan dari Komisi IV mengenai Drainase atau saluran air yang ada di rumah sakit mewah tersebut, karena pantauan dari Komisi IV air yang ada disaluran tersebut tidak mengalir dengan sempurna sehingga muncul dugaan banjir yang kerap terjadi di depan rumah sakit awal bros tersebut terjadi karena sistem drainase yang tidak berjalan dengan baik.

"Tadi sama-sama kita lihat saluran air tidak mengalir dengan baik, sisi kiri air penuh sementara disisi kanan airnya kering. Parit yang ada dibelakang awal Bros dan yang melalui awal bros hingga kedepan ditutup semua, jadi kita pertanyakan ini parit awal bros atau tidak dan ini akan kita pertanyakan juga. Dan kalau ini parit pemerintah tentu ini tidak boleh ditutup. Banyak temuan disini nanti akan kita bahas di DPRD," sebut Sigit.

Politisi Demokrat ini juga mempertanyakan pihak yang membersihkan parit di awal bros, karena jika DLHK yang membersihkan parit tersebut itu berarti adalah punya pemerintah dan tidak diperbolehkan parit ditutup oleh pihak manapun.

Sementara itu, direktur pelayanan dan medis rumah sakit awal bros dr Vandra Yovano menjelaskan terkait dengan limbah, bahwa pihaknya sudah mengikuti berbagai prosedur yang sudah ditetapkan. 

"Kita sudah mengikuti aturan dan juga SOP sesuai dengan peraturan dari KLH, DLH dan juga instansi yang terkait," katanya. Dan juga terkait dengan parit atau drainase yang ada disekitar Awal Bros, dirinya menuturkan bahwa itu adalah milik dari Awal Bros namun pihaknya juga memfasilitasi air yang ada agar berjalan dengan baik. 

Termasuk juga dengan dugaan banjir yang disebabkan aliran dari Awal Bros tersebut pihaknya menjelaskan parit yang ada di depan Awal Bros tidak mengalir dengan baik sehingga ketika hujan maka air akan terhenti dan menyebabkan genangan air.

"Bisa dilihat sendiri aliran airnya agak lambat jalannya, sebetulnya ini perihal lama penyebab banjir. Dan penyebab banjir ini ada di muaranya," khilahnya. dr Vandra Yovano juga mengaku pelayanan dan medis rumah sakit awal bros tidak ada membedakan pelayanan terhadap pasien dan akan diperlakukan dengan sama.

"Baik itu jaminan BPJS ataupun umum itu semuanya sama da tidak ada perbedaan pelayanan dikami (Awal Bros)," pungkasnya. (ra)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »