Kantor Grab Disegel Mitranya, Aplikasi Grab diberi Bintang Satu

Dibaca: 32856 kali  Kamis, 30 Juli 2020 | 13:26:02 WIB
Kantor Grab Disegel Mitranya, Aplikasi Grab diberi Bintang Satu
Ket Foto : Demo Grab driver di Medan

MEDAN-riautribune:Kantor Grab Disegel Mitranya, Aplikasi Grab diberi Bintang Satu. Lantaran tak memberikan jawaban atas tuntutan yang mereka sampaikan saat audiensi digelar Senin (27/07/20) malam, puluhan driver Grab Bike segel kantor Grab Bike. Bahkan mereka juga berikan bintang satu terhadap aplikasi Grab tersebut.

"Awalnya kami mengirimkan surat izin aksi kepada pihak kepolisian, namun kepolisian membukakan ruang audiensi dengan pihak Grab. Namun tidak ada jawaban ataupun kepastian dari pihak Grab , bahkan tenggat waktu penyelesaian juga tidak ada. Karena itu kami terpaksa untuk menyegel kantor operasional Grab di Medan," ujar Koordinator Aksi, Raja Siva lewat siaran persnya.

Raja menjelaskan tuntutan utama para driver tersebut yakni meminta pihak Grab mengembalikan insentif yang telah dihapuskan. Sebab driver mengaku kesulitan meraup pendapatan jika hanya mengandalkan ongkos perorderan yang mereka terima dari konsumen. Apalagi ongkos minimal yang mereka dapat masih harus mendapat potongan.

"Tarif sekali orderan kan sudah diatur dalam Permenhub, tarif min Rp7.000 kita sudah dapat bersih, jangan dipotong lagi dong. Seperti Gojek kasih tarif minimal Rp8.000 sudah bersih untuk Driver. Kalau kami, masih dipotong lagi 20% (Rp1.400), jadi kita cuma dpt Rp5.600, padahal kita harus bayar parkir lagi, habis lah pendapatan kita," paparnya.

Menurut Raja, pihak Grab tidak seharusnya menghilangkan insentif untuk para driver sebab meski di masa pandemi, driver masih mampu mengumpulkan paling tidak 200 poin, sehingga ada pendatan tambahan Rp80.000 yang bisa mereka bawa pulang.

"Target kita kan ada 100, 120, sampai 320 poin. Meski jumlah orderan naik turun gak bisa diprediksi, driver masih bisa capai 200 poin, itu sudah bisa bawa uang Rp80 ribu ke rumah. Kalau poin dihilangkan, tiap orderan kami hanya dikasih bonus Rp100. Jawaban Grab, kasih Rp100 aja mereka mengaku masih rugi, sementara kita lihat Grab masih bisa beriklan dengan nilai besar dan sponsorin acara," papar Raja.

Selain itu, para driver juga menuntut pihak Grab mengaktifkan kembali akun driver yang diputus mitra sepihak karena kesalahan sistem Grab.

"Banyak teman-teman kita yang diputus mitra bukan karena keselahan mereka, tapi kesalahan sistem Grab sendiri. Kami minta Grab mengaktifkannya kembali," ujarnya. Para driver Grab akan mogok beroperasi sampai pihak Grab memberikan jawaban. Tidak hanya itu, mereka mengkampanyekan untuk memberikan bintang satu kepada aplikasi Grab melalui Play Store. "Sampai Grab Indonesia beri kejelasan, kami menyerukan offbid dan mengkampanyekan bintang satu diPlaystore," tegas Raja.

Sementara, melalui keterangan resminya "Tanggapan Resmi Terkait Unjuk Rasa Mitra Pengemudi di Medan", Grab Indonesia menerangkan bahwa Grab menghargai hak setiap warga negara, termasuk para mitra pengemudi, untuk menyampaikan pendapat. Pihaknya berharap demonstrasi yang akan berlangsung bisa berjalan dengan aman dan kondusif.

Menurut Grab pihaknya selalu membuka jalur komunikasi dua arah secara rutin untuk menerima aspirasi, umpan balik dan masukan dari para mitra pengemudi, baik melalui pertemuan tatap muka seperti kopi darat dan kunjungan ke basecamp para mitra, dan cara-cara lain.

"Grab dibangun dengan semangat membagi manfaat dari kemajuan teknologi digital kepada sebanyak mungkin lapisan masyarakat dan kami menghargai kerja keras para mitra pengemudi dan terus berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi yang tergabung dalam platform kami".

"Bersama mereka kami akan melanjutkan upaya perwujudan misi-misi kami, termasuk komitmen kami untuk meningkatkan taraf hidup mitra pengemudi Grab".

"Grab berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna maupun mitra pengemudi dengan cara merespon segala masukan maupun keluhan terkait penggunaan layanan kami," tutup Grab.

Namun dinilai massa aksi, tanggapan itu justru hanya berisi diplomatis. "Mereka tidak disebutkan langkah apa yang akan diambil pihak Grab atas tuntutan para mitranya ini," tutup Raja.(rls)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »