Debat Publik Pilkada Bengkalis

Pembelajaran Demokrasi yang Belum Menyentuh Esensi

Dibaca: 90249 kali  Jumat, 27 November 2015 | 07:29:59 WIB
Pembelajaran Demokrasi yang Belum Menyentuh Esensi
Ket Foto : Tampak suasana debat kandidat pasangan calon kepala daerah Bengkalis yang dilaksanakan di Gedung Cik Puan Bengkalis, kamis (26/11/2015).(afa/riautribune.com

BENGKALIS-riautribune: Debat antara pasangan calon bupati dan wakil bupati Bengkalis periode 2015-2020 yang dilangsungkan di Gedung Cik Puan Bengkalis, Kamis (26/11) petang hanya dipadati ratusan pendukung ketiga pasangan paslon. Anehnya, dalam acara bertajuk debat publik yang ditaja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis itu moderator yang didatangkan KPU, kurang menguasai materi dan tidak mampu membuat suasana debat menjadi menarik.

Pantauan langsung di Gedung Cik Puan, pasangan nomor urut 1 Amril Mukhminin-Muhammad diantar ratusan pendukungnya. Demikian juga dengan Herliyan Saleh yang datang dengan pasangannya Riza Pahlefi terpaksa menggunakan kursi roda karena dalam kondisi sakit. Akan tetapi cabup Sulaiman Zakaria justru datang sendiri tanpa didampingi cawabupnya Noor Charis Putra. Tidak diketahui apa penyebabnya sampai pasangan wakil nomor 3 itu tidak hadir pada debat publik tersebut.

Kegiatan debat publik diawali dengan sepatah kata dari ketua KPU Defitri Akbar yang mengajak seluruh eudien menjalankan demokrasi yang sehat, bersih dilandasi semangat demokratisasi untuk sebuah perubahan yang lebih baik bagi kemajuan Bengkalis kedepannya. KPU menurutnya hanya sebatas memfasilitasi kegiatan debat publik untuk dijadikan referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pada tanggal 09 Desember mendatang.

"Mari kita semua belajar berdemokrasi yang sehat, dengan saling menghargai apapun hasil Pilkada tanggal 9 Desember mendatang sebagai sarana menuju sebuah kemajuan bagi Negeri Junjungan. Jadikan debat publik ini sebagai ajang pendewasaan berpolitik untuk suksesi kepemimpinan yang didasari keputusan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh demokrasi. Selamat melaksanakan debat untuk sebuah proses demokrasi yang bersih dan adil bagi seluruh rakyat Bengkalis," ajak Defitri dalam sambutannya.

Penjabat Bupati Bengkalis Ahmadsyah Harrofie pada kesempatan tersebut hanya memberikan sambutan singkat. Ahmadsyah mengajak masyarakat Bengkalis untuk mensukseskan Pilkada 9 Desember serta mengikuti dengan tertib acara debat publik. "Saya tidak mau berpanjang lebar karena semua yang hadir di sini pasti sudah tidak sabar lagi menunggu debat publik dan saya mengucapkan selamat melaksanakan demokrasi," pesan Ahmadsyah.

Pada sesi debat, acara dipandu DR. Effendi Ibnu Susilo guru besar Universitas Islam Riau (UIR) dengan menghadirkan ketiga paslon minus pasangan cawabup Sulaiman Zakaria ke atas pentas. Acara yang bertajuk debat itu sejak awal sudah berjalan tidak menarik, karena moderator melemparkan pertanyaan yang terlalu mendasar kepada ketiga paslon dan membuat suasana debat kurang hidup. Hanya tanya jawab di sesi pertama tak obahnya cerdas cermat tingkat pelajar walau dipandu seorang doktor.

Kepada pasangan Amril-Muhammad (AM Mantap) moderator Effendi Ibnu Susilo pada sesi pertama hanya menanyakan "apa yang akan saudara lakukan kalau terpilih nanti dalam membenahi pemerintahan?". Demikian juga kepada pasangan Herliyan Saleh-Riza Pahlefi, moderator menanyakan langkah pasangan tersebut mengembalikan icon Bengkalis sebagai kota Terubuk dan kepada Sulaiman Zakaria yang dipertanyakan upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di dalam masyarakat Bengkalis.

Dalam pemaparannya, ketiga paslon dengan jawaban klise mengaku akan menitikberatkan kepada upaya menciptakan pemerintahan yang bersih bebas KKN, membangun infrastruktur berbasis masyarakat, meningkatkan program ekonomi kerakyatan serta sejumlah retorika yang dimuat dalam visi misi ketiga paslon tersebut. Suasana debat publik yang tidak lebih pada acara tanya jawab itu lebih didominasi sorak sorai dan tepuk tangan ketiga pendukung paslon ketimbang substansi debat yang seharusnya dikedepankan. Ketiga paslon pada umumnya mampu menjawab dengan sempurna pertanyaan moderator karena yang ditanyakan adalah pertanyaan umum dan sangat mendasar.

"Kalau terpilih nantinya kami akan menciptakan pemerintahan yang bersih bebas KKN, melaksanakan proses pembangunan dengan mengedepankan transparansi. Ke depan sisa lebih anggaran (silpa) harus ditekan, lelang proyek harus dimulai awal tahun sehingga pada akhir tahun anggaran proses pembangunan dapat terealisasi 100 persen," janji Amril Mukhminin dan Muhammad menjawab pertanyaan moderator.

Herliyan Saleh dalam debat publik itu lebih banyak menceritakan program yang sudah dilakukannya dalam memimpin Bengkalis selama lima tahun lewat program-program yang sudah digulirkan. Bersama Riza Pahlefi ia berjanji akan bekerja lebih keras lagi membangun infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan rakyat apabila kembali dipilih menahkodai Negeri Junjungan lima tahun ke depan.

Sulaiman Zakaria juga mengedepankan visi dan misinya dengan terlebih dahulu menanamkan rasa cinta Bengkalis di dalam masyarakat itu sendiri. Mantan Sekda dan anggota DPRD Bengkalis itu juga berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di samping infrastruktur. "Semua sektor menjadi perhatian kita untuk dibenahi ke. depannya. Masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas saya bersama pasangan cawabup nantinya," ujar Sulaiman dengan senyum khasnya. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Politik" Index »