New Normal, PT. Kliring Berjangka Indonesia Mulai Beroperasi

Dibaca: 27726 kali  Sabtu, 30 Mei 2020 | 20:45:00 WIB
New Normal, PT. Kliring Berjangka Indonesia Mulai Beroperasi
Ket Foto :

PEKANBARU-Ditengah langkah menuju era “The New Normal” yang dicanangkan pemerintah, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI telah mencanangkan kesiapannya untuk kembali beroperasi dengan layanan prima. KBI sendiri sejak tanggal 20 Maret 2020, memberlakukan kegiatan operasional terbatas, dikarenakan pemberlakuan Work From Home bagi karyawan sesuai anjuran pemerintah.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan, bahwa KBI, saat seperti sekarang merupakan sebuah kenormalan baru, dan KBI telah menyiapkan protokol operasional untuk menjalankan operasi di kenormalan baru tersebut. Protokol tersebut menyangkut protokol kesehatan bagi karyawan, serta protokol pelayanan prima bagi pemangku

kepentingan.

"Hal yang kami lakukan ini sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh kementerian BUMN untuk mempersiapkan protokol terkait kegiatan operasional ditengah situasi new normal. Saat ini persiapan telah kami lakukan, dan apabila suatu saat kementerian memberikan arahan untuk beroperasi dan karyawan kembali masuk, kami sudah siap 100% beroperasi dengan layanan prima dalam situasi New Normal,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu, kementerian BUMN juga telah mengeluarkan edaran, yang dalam edaran tersebut BUMN diminta untuk membuat Protokol dan membentuk satuan kerja penanganan Covid-19 dan menyesuaikan dengan skema The New Normal yang ditetapkan kementerian BUMN. Terkait edaran kementerian BUMN tersebut, Fajar mengatakan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sudah siap dengan protokol penanganan Covid-19 sesuai dengan yang diminta kementerian BUMN tersebut.


Dalam protokol yang disusun, KBI memastikan karyawan yang masuk dinyatakan sehat, serta tidak memiliki penyakit bawaan yang berpotensi terpapar Covid-19. Protokol kesehatan juga akan diterapkan secara masif, dimana karyawan dan lingkungan kerja diupayakan semaksimal mungkin dalam kondisi steril. Dalam protokol yang ada, KBI juga menerapkan kebijakan Physical Distancing di lingkungan kerja sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah.
“Dalam protokol pelayanan kepada pemangku kepentingan, KBI tetap melakukan pembatasan terhadap pertemuan secara fisik / lansung dengan para pemangku kepentingan. Untuk saat ini, segala bentuk korespondensi, koordinasi serta rapat-rapat, kami lakukan dengan cara virtual yang memanfaatkan teknologi. Namun demikian, kami memastikan bahwa KBI tetap akan memberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan,” lanjut Fajar Wibhiyadi.

Beroperasinya kembali KBI dalam situasi new normal ini, diharapkan mampu menjadi pendorong di industri perdagangan berjangka komoditi untuk bergerak positif. Dalam rilis yang dikeluarkan KBI beberapa waktu yang lalu, kinerja perdagangan berjangka komoditi di Quarter 1 2020 tercatat positif, yaitu mengalami pertumbuhan transaksi sebesar 40 % dibandingkan tahun 2019 (yoy).

“Kegiatan bisnis di era New Normal ini kedepan kami perkirakan akan menjadi trend. Dengan pemanfaatan teknologi, proses bisnis akan mampu dijalankan lebih cepat dan tentu lebih murah. Apalagi dengan kondisi vaksin Covid-19 yang belum ditemukan, kami perkirakan situasi ini akan berlangsung dalam beberapa waktu kedepan. Sebagai antisipasi, KBI juga terus meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi, baik dalam kaitan perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik, maupun dalam peran kami sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang,” tambahnya.

KBI menyediakan laporan kliring yang dapat diakses melalui Sistem Kliring Derivatif yang tersedia bagi setiap anggota kliring. KBI menyediakan aplikasi digital yaitu SITNA untuk investor dan perusahaan pialang yang akan saling terhubung. Investor dapat memantau investasi yang dilakukan meskipun hanya dari rumah.

SITNA merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi mengenai transaksi perdagangan berjangka komoditi di Bursa Berjangka Jakarta, yang telah dijaminkan ke PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Dalam hal monitoring PT KBI juga sudah menerapkan otomasi, yaitu pengembangan early warning system yang secara otomatis akan mengirimkan notifikasi anomali langsung ke smartphone PIC sehingga dapat segera ditindak lanjut

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »