Dilema Akhir Tahun Anggaran

Proyek Jangan Hanya Sekadar Selesai

Dibaca: 79593 kali  Selasa, 24 November 2015 | 07:17:14 WIB

BENGKALIS-riautribune: Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H. Indra Gunawan mengingatkan seluruh rekanan tetap menjaga kualitas pekerjaan. Kendati berburu dengan waktu jelang tutup buku, namun kualitas tetap tidak boleh diabaikan. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bengkalis ini mengatakan, jelang akhir tahun sejumlah rekanan mengebut agar pekerjaan selesai 100 persen. Karena konsekuensi jika pekerjaan tidak selesai, maka rekanan terkait akan diblacklist.

“Tidak ada rekanan yang tidak ingin agar pekerjaanya tidak selesai, bahkan ada yang rela kerja siang malam. Karena kalau tidak selesai, bukan hanya terminj yang tidak bisa 100 persen, tapi perusahaan terkait juga terancam diblacklist,” ujar Indra.

Hanya saja, kata pria yang akrab disapa Eet ini, keinginan pekerjaan selesai 100 persen jangan sampai mengabaikan kualitas proyek. Proyek yang dikerjakan harus tetap sesuai dengan bestek. Jika proyek dikerjakan asal-asalan, tidak hanya rekanan yang rugi tapi juga masyarakat. “Boleh dikebut sampai siang malam, tapi kualitas jangan diabaikan. Karena jika kualitas tak sesuai ketentuan, bukan hanya masyarakat yang rugi tapi juga rekanan terkait, karena bisa berdampak hukum,” ingat Eet.

Keterlambatan proses lelang memang menjadi salah satu masalah sehingga masih banyak yang belum selesai dikerjakan kendati sudah di penghujung tahun. Sejatinya kata Eet, ketika APBD disahkan awal tahun, rentang waktu pengerjaan proyek cukup banyak, sehingga memungkinkan seluruh proyek selesai dikerjakan. Dalam kesempatan itu Eet juga mengingatkan konsultan pengawas menjalankan fungsinya dengan benar. Bila kemudian ditemukan adanya proyek bermasalah atau dikerjakan tak sesuai bestek, konsultan harus bertanggung jawab.

“Sejatinya tidak ada proyek yang dikerjakan asal jadi, jika semua pihak yang terlibat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Mulai dari perencanaan, pekerjaan di lapangan sampai pengawasan, jika semuanya bekerja maka tidak ada masalah,” ungkapnya.

Saat ini kata Eet, rekanan juga dihadapkan kondisi hujan yang turun hampir setiap hari. Faktor alam ini bisa menjadi penghambat kualitas proyek yang dikerjakan rekanan. “Waktu tersisa sekitar 35 hari lagi, masih ada waktu rekanan menyelesaikan pekerjaan,” sebutnya. (afa)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu